TAPTENG-KARAWANG-Zonadinamikanews.com. Kepala sekolah SMAN 1 Andam Dewi Tapanuli Tengah Sumatera Utara memilih bungkam saat saat media ini melakukan konfirmasi terkait alokasi dana BOS yang diduga tidak terlepas dari dugaan praktek korupsi, dengan modus dugaan penggelembungan anggaran disejumlah kegiatan sekolah di tahun ajaran 2024.Dugaan itu terungkap dari salah seorang tenaga pendidik yang meminta jatidirinya di rahasiakan.
“Kami minta pada media agar memberitakan atas dugaan mark up alokasi dana BOS di SMAN 1 Andam dewi, sebab menurut pengamatan kami, pengalokasian dana BOS tidak terlepas dari dugaan mark up anggaran, selain tidak memasang informasi penggunaan dana BOS di sekolah, yang tahu hanya kepala sekolah, bendahara dan operator sekolah saja, bohong besar bila kepala sekolah tidak bermain dalam alokasi dana BOS, oleh karena itu, kami minta pada rekan media agar mengusutnya” kata salah seorang guru yang meminta jatidirinya di rahasiakan.
Lebih jauh sumber menambahkan, dugaan pengadaan barang-barang seperti buku, alat tulis, atau peralatan teknologi dicatat sebagai pembelian, tetapi barangnya sangat minim, kami juga menduga keras bahwa harga barang dan jasa yang dibeli dengan dana BOS sering kali dinaikkan dari harga pasar yang sebenarnya.
Kami juha menduga keras adanya manipulasi Rencana Anggaran Belanja Sekolah (RAPBS), RAPBS itu disusun dengan memasukkan kegiatan atau pembelian yang sebenarnya tidak diperlukan atau tidak pernah dilaksanakn, serta dugaan Kolusi dengan Penyedia Barang/Jasa. Sekolah bekerja sama dengan penyedia barang atau jasa tertentu untuk memenangkan tender pengadaan barang yang dibiayai dengan dana BOS. Penyedia barang/jasa kemudian memberikan komisi kepada oknum sekolah dari keuntungan yang didapat, beber sumber.
Ketika media ini mengatakan bahwa sudah dilakukan konfirmasi dengan mengirimkan surat konfirmasi melalui aplikasi WhatsApp namun tidak ada jawaban, sumber tersebut menilai, mungkin antara bingung atua tidak mampu menjelaskan karena dugaan boroknya mulai mencuat.
“Itu kan langsung kebingunga dia saat di konfirmasi wartawan, itu tandanya bahawa beliau ada yang tidak beres dalam penggunaan dana BOS, bila benar bersih kenapa harus menghindar dan diam, ya jelasin saja dengan menunjukkan bukti kegiatan kan beres, ini mala diam ” ujar tenaga pendidik tersebut.
Menurut guru tersebut, dugaan mark up anggaran di sejumlah kegiatan yang danai oleh BOS Berikut di SMAN 1 Andam Dewi tahun 2024, bahwa pada tahap satu Rp 515.250.000 Untuk Jumlah Siswa Penerima 687, Tanggal Pencairan 18 Januari 2024, untuk anggaran kegiatan Penerimaan Peserta Didik baru Rp 4.180.000, Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca Rp 159.360.000.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain Rp 34.504.000, Pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain Rp 17.627.500, Pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Rp 107.412.500, Pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Rp 7.234.000, Langganan daya dan jasa Rp 6.000.000, Pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 17.532.000, Penyediaan alat multimedia pembelajaran Rp 14.750.000, Pembayaran honor Rp 114.240.000. Total Dana Rp 482.840.000
Tahap dua Rp 515.250.000, Tanggal Pencairan 12 Agustus 2024 untuk biaya kegiatan Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca Rp 118.966.500, Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain Rp 86.085.000, Pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain Rp 19.215.000, Pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Rp 117.453.500, Pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Rp 1.550.000, Langganan daya dan jasa Rp 6.000.000, Pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 70.650.000, Penyediaan alat multimedia pembelajaran Rp 7.500.000, Pembayaran honor Rp 120.240.000. Total Dana Rp 547.660.000.
Media berusaha untuk mendapatkan klarifikasi dengan mengirimkan surat konfirmasi serta mengajukan sejumlah pertanyaan melau aplikasi WhatsApp kepala sekolah, namun hingga berita di terbitkan, pihak sekolah memilih bungkam (tim)













