KARAWANG-Zonadinamikanews.com. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kabupaten Karawang Drs. Iwan Ridwan F memilih bungkam saat dimintai tanggapan atas pekerjaan Pembangunan RTH/ Taman Kecamatan Cikampek yang menghabiskan APBD Karawang tahun 2025 sebesar Rp.443.880.000 yang dikerjakan oleh dengan luas lokasi 480 M2.
Diamnya Drs. Iwan Ridwan F semakin membuka tabir, bahwa pihaknya sengaja membairkan pihak pelaksa dari CV.Ayodya Gumelar melakukan pekerjaan yang di plot di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, asal -asalan demi mencari keuntungan kurang wajar dan terindikasi kuat merugikan keuangan pemerintaha.
Ketika media ini meminta Drs. Iwan Ridwan F agar memberikan ruang waktu untuk melakukan klarifikasi atas dugaan kejahatan oknum dalam pembangunan RTH tersebut melalu pesan WhatsApp serta mengirimkan link berita, sangat di sayangkan bahwa Drs. Iwan Ridwan F memilih bungkam dan diduga melindungi oknum rekanan nakal tersebut.
Diberitakan sebelumnya, bahwa hasil pengamatan media di lokasi pekerjaan, diduga keras oknum pelaksana lebih fokus untuk mengejar keuntungan tanpa memperdulikan akan kualitas pekerjaan, hal itu diduga dapat dukungan dari di Dinas Lingkungan hidup kabupaten Karawang.
Pasalnya, walaupun sistem pekerjaan terlihat jelas asal jadi, namun pihak DLH seakan tidak mau tahu, alias membiarkan, yang patut diduga ada permainan kotor antar oknum pelaksana dengan oknum dinas yang melakukan pengawasan.
Bahkan pihak pelaksana tidak memberikan RAB pada mandor sehingga tidak memilih acuan akan konstruksi yang akan di laksanakan di lapangan.
Hal itu diduga terjadi akibat pihak Dina lingkungan hidup tidak melakukan pengawasan yang maksimal, sehingga kesempatan oknum pelaksana melaksanakan pekerjaan semaunya berpeluang besar terjadi.
Seharusnya, di lakukan galian lah, biar bata terikat pada tanah, ini mah tidak sama sekali, hanya rumput yang bersihkan langsung di timba adukan dan bata, meding campuran semen dan pasir bagus, yang ada seperti lumpur aja tidak ada daya rekatnya sama sekali.
Jadi wajah terlihat tapi kualitas sangat parah, karena oknum pemborong lebih fokus cari untung dari pada memikirkan kualitas pekerjaan, ucapnya. (zdn)












