SIDOARJO-Zonadinamikanews.Tender Kegiatan peningkatan jalan Masangan Wetan – Suko yang dilaksanakan CV Binara Persada Konstruksi dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp1.899.986.009,24. Hampir 2Milayar Rupiah, dengan menunjuk jasa konsultan konsultan pengawas CV Guna Manfaat Teknik dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 99.105.163,41 mendekati 100 juta rupiah, di tuding adanya unsur kesengajan mengurangi dan merubah item pekerjaan.
Beberapa warga Masangan Wetan mengeluhkan kegiatan tersebut, dikarenakan seringkali tertutupnya akses jalan, dan juga medan jalan jadi berlumpur, seperti yang di sampaikan Rahmad (52) yang berdagang di sekitar lokasi,” Proyek ini terkesan ngawur mas, masak urugan jalan pakai hasil galian, bukan sirtu, dan jarang di garap hanya 3 hari sekali dalam 1 minggu, itupun tidak sampai 10 tenaga kerja.” Keluhnya.
Hal ini di sampaikan Yoscan pemerhati lingkungan anti korupsi membeberkan dan menegaskan,” Proyek tender peningkatan jalan Masangan Wetan – Suko itu dilaksanakan secara tidak profesional, dan tidak serius, pengurangan ukuran bahan material pembesian, dan bahan urugan dalam pemadatan yang menggunakan lempung, hasil galian, bukan itu saja, bagaimana tidak terlambat dalam melaksanakan tidak dikerjakan setiap hari, dan beberapa kejanggalan tersebut, terbukti jasa konsultan pengawas tidak menjamin kualitas mutu kegiatan.” ungkapnya.
Masih Yoscan,” Terkait tender peningkatan jalan Masangan Wetan – Suko, kami menduga kuat adanya aroma korupsi, dan dinas terkait jangan ada tendensi ke pihak penyedia jasa kontruksi, sesuai petunjuk Bupati Soebandi, kontraktor nakal wajib di Blacklist.” Tegas Yoscan.
Terkait hal tersebut, awak media ini berkonfirmasi ke Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Pekerjaan Umum Bina Marga dan Saluran Air, Joko Yasminto lewat selulernya mengatakan,” Terimaksih informasi masukannya, Kami akan tindak lanjut dengan memanggil rekanan dan konsultan pengawas.” ungkapnya.
(dr)












