SIMALUNGUN-Zonadinamikanews.com. Jhon Feteri Girsang ketua LSM Gempar Peduli Rakyat Indonesia Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Utara ( LSM GPRI DPD Sumut), mencurigai akan besaran anggaran untuk biaya perjalanan dinas biasa sekda Kabupaten Simalungun selama tahun 2025 yang angkanya cukup fantastis jauh dari efesiensi anggaran.
Selama tahun 2025, setidaknya ada plotan biaya perjalanan dinas biasa sebanyak 7 kali hingga menghabiskan APBD Rp.2.835.000.000.kata Jhon Feteri Girsang.
Tujuan utama perjalanan dinas ini adalah melaksanakan tugas resmi instansi di luar kantor, seperti rapat, yang bertujuan untuk mendukung kepentingan pemerintahan, namun perlu menggunakan efesiensi anggaran demi kepentingan masyarakat, dan jangan menjadikan kegiatan dinas luar tersebut untuk mencari kesempatan untuk mengisi pundi-pundi pribadi para kuasa pengguna anggaran, ucap jhon Girsang.
Selain anggaran atau biaya perjalanan dinas, juga anggaran seperti biaya jasa kebersihan yang mencapai Rp.2.000.0000.000 selama tahun 2025 juga di curigai.
“Kita dari LSM GPRI DPD Sumut sudah melayangkan surat klarifikasi kepada sekda Simalungun terkait penggunaan APBD, namun sangat di kami sayangkan yang bersangkutan tidak memberikan ruang untuk kami atau tidak membalas akan surat yang kami kirimkan, tidak tahu, apakah surat tersebut tertahan di staf beliau, atau beliau sendiri yang belum sempat membalas” kata Jhon Girsang.
Seraya berhadap agar sekda kabupaten Simalungun jangan berdiam diri atau seakan tidak perlu memberikan penjelasan, ini uang rakyat dan perlu rakyat mengetahuinya, apakah sekda berani bicara jujur, atau sengaja tutup mulut? Kata Jhon Girsang dengan nada tanya.
Sekarang sudah jaman transparansi, jangan takut kalau memang berbuat jujur, pesan jhon girsang. (tim)












