JAKARTA-Zoandinamikanews-Gubernur Prov DKI jakarta Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.MP diminta untuk menindak Kepala Sudin Tamhut Jakarta Timur.Dwi Saridati Ponangsea yang diduga tidak becus kinerjanya dilapagan jelas Ketua Umum LSM berkibar Sariman Sidabutar kepada media ini di kantor wali kota Jakarta Timur.
Hal ini terkait Proyek Pelaksanaan Penataan Looping jalur Hijau Jl Pemuda Prov DKI Jakarta Timur Tahun Anggaran 2025 milik Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Timur menuai sorotan tajam dari masyarakat dan kalangan aktivis. Proyek bernilai hampir Rp2,192.415.162 miliar itu diduga bermasalah.
Proyek yang berlokasi di Jl Pemuda Jakarta Timur tersebut disebut-sebut dikerjakan oleh PT Panen Tapu Jaya dengan pagu anggaran sebesar Rp2.192 . 415.162 Namun hingga kini, keberadaab proyek dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar jelas Sariman
Lanjut Sariman Sidabutar, menyebut pihaknya menemukan indikasi penyimpangan dalam proyek tersebut, meski belum merinci bentuk pelanggarannya.
Ia menegaskan, pihaknya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum agar dapat diusut secara transparan dan tuntas.
“Kami bersama sejumlah LSM akan melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum. Ini harus diusut tuntas,” tegasnya. Kepada media ini
Sariman juga mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran terkait, termasuk mencopot Kepala Sudin Tamhut Jakarta Timur, Dwi Saridati Ponangsea.
Menurutnya, pengelolaan anggaran di sektor tersebut dinilai tidak optimal dan berpotensi merugikan keuangan daerah.
“Sejumlah proyek tahun anggaran 2025 yang dikerjakan tidak tepat sasaran. Ini pemborosan anggaran dan bertolak belakang dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong efisiensi di seluruh sektor,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek RTH tersebut masih dalam kondisi tertutup pagar Seng dan digembok. Kondisi serupa juga terlihat pada proyek looping jalur hijau yang berada bersebelahan. Kedua lokasi dipagari seng, dengan aktivitas pekerja yang terbatas.
Ironisnya, sejumlah bagian fisik bangunan tampak mengalami kerusakan cukup parah, meskipun proyek tersebut baru beberapa bulan melewati proses serah terima pekerjaan (PHO).
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sudin Tamhut Jakarta Timur, Dwi Saridati Ponangsea, belum memberikan keterangan resmi. Informasi dari petugas keamanan kantor menyebutkan yang bersangkutan sedang berada diluar kantor , pihak pelaksana proyek, Direktur PT Panen Tapu Jaya.
Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak mendapat respons, sama sekali (parda)












