TOBA — Zonadinamikanews.Program revitalisasi satuan pendidikan bersumber APBN Tahun 2026 di UPTD SMP Negeri 1 Porsea dengan pagu anggaran Rp516.319.409 kini dipertanyakan serius pelaksanaannya. Pantauan langsung di lapangan mengungkap dugaan kuat pekerjaan dilakukan secara asal jadi, jauh dari standar revitalisasi yang semestinya.
Kaca Dan Pintu Diduga Tak Diganti Spesifikasi Tidak Sesuai Rencana
Pemasangan kaca jendela dan pintu menjadi sorotan paling mencolok. Diduga kuat tidak dilakukan penggantian baru secara menyeluruh sebagaimana tertuang dalam rencana anggaran revitalisasi.
Salah satu pekerja yang sedang memasang kaca nako di lokasi justru memberikan pernyataan yang memperkuat dugaan ketidaksesuaian:
“Kaca yang dipasang ini memang dibelanjakan, kami ganti, Pak. Tapi kaca sebelumnya itu bukan seperti ini modelnya.”
Ucapan itu mengindikasikan dua hal sekaligus: spesifikasi material tidak sesuai rencana, dan sangat besar kemungkinan banyak komponen lama yang masih dipakai — bukan penggantian baru sebagaimana mestinya dalam proyek bernilai ratusan juta rupiah.
Anggaran Ratusan Juta, Hasil Dipertanyakan — Ke Mana Dana Sebenarnya Mengalir?
Dengan pagu Rp516 juta lebih, masyarakat berhak mendapatkan fasilitas sekolah yang benar-benar diperbarui, layak, dan tahan lama. Namun jika kaca dan pintu saja hanya diganti parsial, tidak sesuai spesifikasi, atau bahkan hanya diperbaiki — lalu ke mana sisa anggaran yang sangat besar itu disalurkan?
DPC LSM PAKAR Toba Desak Pengawas Ambil Tindakan Tegas
Ketua DPC LSM PAKAR Kabupaten Toba, Haris Sihombing, menyesalkan kondisi tersebut dan mendesak pihak yang ditunjuk sebagai pengawas proyek untuk segera turun tangan.
“Pengawas yang ditunjuk untuk kegiatan ini harus segera mengambil tindakan yang dianggap perlu. Anggaran negara tidak boleh dikerjakan asal jadi demi menyelesaikan proyek,” tegas Haris.
Kepala Sekolah Belum Memberikan Jawaban, Padahal Bukti Video Sudah Dikirimkan
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 1 Porsea belum memberikan penjelasan maupun tanggapan terkait dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek ini. Padahal, pihak media telah mengirimkan bukti rekaman video kondisi di lapangan guna meminta klarifikasi.
Ketidakhadiran tanggapan resmi ini justru semakin memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian pelaksanaan dengan rencana anggaran yang telah ditetapkan.
Pertanyaan yang Menuntut Jawab Resmi
– Apakah seluruh komponen pekerjaan benar-benar diganti baru sesuai spesifikasi teknis?
– Apakah ada pemeriksaan kualitas dan kesesuaian spesifikasi sebelum pembayaran dilakukan?
– Siapa yang bertanggung jawab penuh atas pengawasan kualitas pekerjaan di lapangan?
– Apakah laporan pertanggungjawaban mencantumkan penggantian baru atau hanya perbaikan sederhana?
– Mengapa pihak sekolah belum memberikan klarifikasi meskipun bukti telah disampaikan?
Revitalisasi bukan sekadar cat ulang dan perbaikan permukaan. Setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan dengan hasil yang nyata, berkualitas, dan sesuai rencana. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak terkait untuk memberikan penjelasan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.(JP).












