MANDAILING NATAL-Zonadinamikanews. Penyerapan dana desa (DD) di Desa Pasar Singkuang II tahun 2025 dalam pekerjaan rehab jalan lingkungan, ibarat proyek tak bertuan sehingga terlihat seperti terabaikan tanpa ada tindakan serius dari pihak desa sebagai pengelola anggaran.
Baikan kondisi mangkrak dan tidak berfungsi dari hasil pekerjaan tersebut, kabarnya ada oknum di desa Singkuang II yang “menelan” anggaran ke sebuah tempat hiburan malam, sehingga anggaran diduga tersedot ke kantong wanita-wanita dan minuman miras dalam tempat hiburan malam tersebut.
“Saya mendengar kabar miring, ada oknum di desa Singkuang II menghabiskan dana proyek di tempat hiburan malam, tapi percis nya masi berita simpang siur, makanya proyek tersebut terlihat terbengkalai” ucap sumber.
Dana Desa Singkuang II, Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, dalam rehabilitasi jalan lingkungan tersebut sebesar Rp.293.219.560 dari dana desa tahun 2025.
Selain diduga mangkrak, kondisi atau kualitas pekerjaan berupa cor tersebut, terlihat dengan kualitas buruk, sebab campuran adonan cor seperti 1:15, sehingga bobot pekerjaan di khawatirkan tidak akan bisa bertahan lama.
Patut dicurigai, praktek korupsi yang di lancarkan oleh oknum desa Singkuang II, agaknya sulit terbantahkan, mental “maling” uang negara demi kepentingan pribadi, diduga keras terjadi.
Salah seorang masyarakat di lokasi proyek mengutuk keras oknum di desa Singkuang yang bermain “jahat” dalam pekerjaan tersebut.
“Kami sebagai masyarakat bukan tidak mendukung proyek ini, tapi kalau begini kondisinya dengan kondisi bobot cor sangat parah, maka kami mengutuk keras oknum desa yang bermain dalam proyek ini, karena oknum itu menjadikan lingkungan kami jadi sarana mereka membuat ajang dugaan korupsi, kami seakan di bodohi, mereka pikir kami tidak paham akan proyek, apalagi proyek ini seakan ditinggal tanpa menyelesaikan pekerjaan” ucap masyarakat sekitar.
Oleh karena itu tambah sumber, kami harapkan pihak pengawas atau pemerintah Kabupaten Mandailing Natal turun ke lokasi untuk melihat kondisi proyek yang terlihat terseok-seok, juga pada penegak hukum agar menindak oknum desa Singkuang II untuk meminta pertanggungjawaban mereka.(mh siregar)












