PADANG PARIAMAN- Zonadinamikanews.Pasca musibah banjir yang melanda Provinsi Sumatera Barat tepatnya berlokasi di Kabupaten Padang Pariaman di duga di sulap oknum Korong Gunung Kanter, Nagari Buluah Selatan dan kecamatan Batang, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Sedikitnya 46 rumah warga diduga keras di jadikan ajang mencari keuntungan di pasca banjir tersebut untuk di jadikan mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Alam (BNPB).
Dana ini merupakan bantuan sangat krusial bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana, sebagai biaya sewa tempat tinggal sementara.
Agaknya oknum bermental “Rampok” di kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman berusaha memutar otak untuk menjadikan musibah banjir tersebut menjadi ajang peruntungan bagi segerombolan oknum pemilik kebijakan.
Bagaimana tidak, sejumlah pengakuan masyarakat di lingkungan terdampak banjir, muncul pengakuan yang sangat miris akibat ulah oknum- Oknum tersebut, mereka melancarkan dugaan intimidasi dari sejumlah pemilik rumah untuk turut serta mendatangai daftar penerima bantuan yang sudah di plot oknum- oknum, walau rumah warga tersebut dalam kondisi baik atau tidak mengalami kerusakan berat.
“Kami di paksa oknum korong gunung kantor, Nagari Sungai Buluah Selatan, kecamatan Batang Anai untuk mendatangai data penerima bantuan, dan kalau tidak mau tanda tangan selanjutkan tidak akan mendapat bantuan dari pemerintah” katanya sejumlah warga.
Kami sebenarnya berat untuk tanda tangan, karena kondisi rumah kami tidak ada kerusakan pasca banjir, namun ironisnya, rumah yang layak dapat bantuan, Mala tidak di data oleh mereka dan dibiarkan begitu saja,maka kami curiga, pasti ada permainan jahat dalam aksi mereka tersebut, tambah warga.
Ditambahkan, oknum- oknum tersebut memberikan dana bantuan sebesar Rp.600.000/bulan untuk tiga bulan pertama, alasan untuk biaya kontrak rumah, dan kami tetap berada dalam rumah, karena memang rumah kami tidak rusak, ucapnya.
Kami berharap pemerintah harus mengusut ini, kami pastikan data yang di buatkan oleh oknum korong, nagari dan kecamatan Batang Anai adalah data rumah yang rusak hasil rekayasa.
Ketika media ini berusaha mendapatkan penjelasan dari pihak Nagari dan kecamatan Batang Anai belum terjawab, Oknum Nagari dan Camat Batang Anai saat di hubungi via telepon selalu tidak merespon alias menghindar.(Tim) bersambung.












