SIMALUNGUN-Zonadinamikanews.com. Desakan penegakan hukum datang dari sejumlah aktivis agar semua yang terlibat dalam perusakan sekolah di lingkungan pemerintahan Kabupaten Simalungun agar di proses hukum.
Jhon Feteri Girsang ketua dewan pimpinan daerah Sumatera Utara (LSM GPRI DPD Sumut) turut mendesak aparat penegak hukum atau kepolisian polres Simalungun agar segera mengusut tuntas pengrusakan sejumlah sekolah di kabupaten Simalungun.
Beliau meminta kepada Polres Simalungun agar segera mengusut dan menangkap para kontraktor yang melakukan pekerjaan tanpa adanya surat perintah kerja, kontrak kerja oleh Kepala Dinas Pendidikan Simalungun.
“Saya berharap agar polres simalungun menghentikan pekerjaan dan memeriksa para pelaku karena mereka telah melakukan kekisruhan yang terjadi di Dinas Pendidikan Simalungun.” Ungkap Nasti.
Dirinya juga merasa miris terkait adanya ancaman dari orang – orang tertentu terhadap Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Simalungun karena menurutnya hal itu sudah perbuatan pengancaman dan menakut – nakuti pejabat.
Oleh karena itu, sekali lagi saya meminta agar semua pelaku harus ditangkap dan diperiksa karena mereka telah merusak gedung sekolah di Simalungun.
Hal senada juga disampaikan Tokoh Pemuda Simalungun Imanuddin Damanik, ia menyampaikan agar orang – orang yang melakukan pengrusakan gedung sekolah itu harus segera ditangkap dan diperiksa. Kemudian adanya ancaman dari seseorang terhadap Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Simalungun melalui akun facebook sangat mengganggu Pendidikan di Simalungun dan tentunya perilaku itu sangat tidak baik dan tidak dibenarkan.
Imanuddin menuding, para Kontraktor itu telah melanggar aturan dan norma – norma hukum serta melakukan pemaksaan kehendak pribadi. Kemudian mereka diduga telah menyetor uang komisi kepada orang – orang dekat JR. Saragih sehingga mereka berani berbuat semena – mena.
Secara tegas dikatakan imanuddin, apabila hal ini dibiarkan berlarut – larut tanpa adanya tindakan yang tegas dari Bupati maupun JR Saragih kita pastikan dapat berakibat citra buruk bagi dunia Pendidikan di Simalungun. Ungkapnya.
Sementara Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Simalungun Frist Ueki Damanik ketika ditanyakan soal proyek dan pekerjaan di Dinas Pendidikan Simalungun belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan. (Cijes)













