KARAWANG-Zonadinamikanews.Guntur warga desa jatibaru, kecamatan Jatisari, Karawang merasa tertipu oleh sebuah yayasan bernama PT.Nusantara Abadi Corp (NUSACO) yang berkantor di bilangan Karawang.
Staf yayasan mengaku bisa menempatkan guntur menjadi tenaga keamanan atau security di PT.CAT, dengan syarat harus membayar sebesar Rp.3 juta untuk alasan membeli seragam satpam.
Dengan janji dari mulut oknum di yayasan tersebut, akhirnya Guntur berusaha mencari pinjaman uang untuk bisa membayar tiga juta tersebut.
Untuk semakin menyakinkan Guntur membuatkan tanda terima uang tersebut di kwitansi yang bermeterai 10.000, besaran yang dalam kwitansi tersebut tercatat sebesar Rp.3.000.000 sebagai administrasi setelah masuk kerja.
Setelah uang di serahkan, pihak yayasan berjanji akan menempatkan kerja di PT.CAT malam harinya atau shif malam, setelah penyerahan uang.
Guntur mengaku, setelah waktu yang di tentukan akan mulai kerja, guntur berusaha menghubungi Ujang si penerima uang, namun apa yang di dapatkan,janji tinggal janji, hingga saat ini Guntur tak kunjung di tempatkan kerja.
Merasa tertipu oleh oknum yang mengaku sebagai staf di yayasan NUSACO tersebut, akhirnya Guntur berusaha untuk menarik kembali uangnya, hal itu di sanggupi oleh Ujang si penerima uang, dan meminta Guntur untuk mengirimkan nomor rekening agar uangnya di transfer.
Lagi-_lagi Guntur merasa di kibuli, apa yang di janjikan oleh Ujang, uang tersebut tak kunjung di kembali.
“Saya melamar pekerjaan melalui yayasan NUSACO, setelah saya sampai di yayasan saya bertemu dengan namanya pak ujang, dan di katakan ada lowongan kerja di PT.CAT sebagai tenaga keamanan atau security, namun harus membayar administrasi Rp.3.000.000, untuk biaya seragam, merasa saya butuh pekerjaan tersebut, saya berusaha mencari pinjaman, dan setalah dapat, uang itu saya serahkan melalui pak ujang yang mengaku sebagai staf yayasan NUSACO, saya serahkan uang itu dalam kwitansi,dan di janjikan malam itu juga saya bisa kerja sebagai shif malam, namun nyatanya bohong, saya hubungin soal kerja tersebut, pak ujangnya hanya janji dan berjanji, hingga sampai saat ini pekerjaan tersebut tak kunjung ada” terang Guntur.
Akhirnya saya memutuskan mengakhiri niat kerja di perusahan yang di janjikan oleh yayasan NUSACO dan meminta uang saya di kembalikan, pak ujangnya pun menyanggupi dan meminta saya kirim norek untuk uang saya itu di transfer, ternyata mau transfer itu juga bohong, sampai sekarang uang saya itu belum ditransfer, tambah Guntur.
Iip yang di sebut-sebut sebagai pemilik yayasan, saat di klarifikasi media ini melalui pesan singkat WhatsApp,belum mendapat respon.
Sama halnya bernama ujang penerima uang saat di konfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan memili bungkam.
Salah seorang tokoh masyarakat saat berbincang-bincang dengan media ini, dengan marak penipuan dengan iming-iming bisa di masukan kerja, tokoh masyarakat tersebut mengatakan.
“Hati-hati bagi masyarkat yang mau kerja baik yang melamar kerja melalui yayasan, karena sekarang ini banyak penipuan, bagi pelaku penipuan hati-hatilah, apa yang kamu tabur akan kamu tuai juga, keluarga mu yang memakan uang hasil tipuan dari masyarkat kecil, kelak akan mendapat upah, dan uang hasil menipu tidak akan berkah dan bisa membawa petaka pada keluargamu kelak, saya yakin itu” ucap tokoh masyarakat tersebut.(b)












