SIDOARJO-Zonadinamikanews.Giat pembangunan di wilayah Kabupaten Sidoarjo di tahun 2025, menjadi atensi khusus penunjang kemajuan ekonomi masyarakat diberbagai bidang, dengan anggaran yang tidak sedikit, hal itu dituding menjadi ajang oknum pemain tender, yang mengakibatkan kurangnya kualitas mutu, dan lemahnya pengawasan, ataupun kelonggaran kontruksi hukum korupsi di bumi jenggolo.
Seperti hasil sidak para pejabat ditahun 2025 baik DPRD, Wakil Bupati, ataupun Bupati ke proyek proyek, dan juga disebutkan kekecewaanya tentang kualitas mutu, keterlambatan waktu pekerjaan, yang cukup telak, diantaranya Pemeliharaan saluran Pepelegi, SMPN 2 Prambon, RS Sedati, Alun Alun Sidoarjo, peningkatan jalan Tambakrejo Waru, Rumah Pompa Kedungpeluk, jembatan Cantel, pembangunan double deck (parkir) RSUD, peningkatan jalan Buduran Sidokepung, peningkatan jalan Kureksari dan masih banyak lainya.
Dalam kesempatan ini, Yoscan pemerhati lingkungan antikorupsi turut koreksi,” Banyak Tender besar ataupun kecil, yang di laksanakan kontraktor itu itu saja meski berganti bendera, agar tidak tersandung permainan hukum pidana terkait monopoli tender dengan bendera pinjaman, terlaksananya monopoli ini sudah di rencanakan orang dalam sejak awal.” ungkapnya.
Masih Yoscan,” Mulai dari kualifikasi boneka peserta tender, sampai kemenangan si jasa kontraktor, bukan disitu saja, si jasa konsultan pengawas dan oknum pejabat meloloskan pembayaran transaksi (termin) dengan membuat berita acara palsu dan di tanda tangani oknum pejabat pembuat komitmen, meski tau ada penyimpangan, hal inilah yang wajib dibongkar.” Tegasnya.
(dr)












