CIANJUR-Zonadinamikanews.Indikasi kuat terjadinya pengalokasian dana BOS yang bertentangan dengan petunjuk teknis yang di keluarkan kementerian pendidikan, juga sangat berpotensi terjadinya Dugaan praktek korupsi dana BOS di SMAN 2 Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
Dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Dana BOS 2024 yang dituangkan dalam Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2023, bahwa biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah maksimal 20 % dari pagu dana BOS selama satu tahun.
Namun fakta dan sesuai data alokasi dana BOS di SMAN 2 Cianjur tahun 2024 terlihat kontras sangat bertolak belakang dari penegasan akan juknis Tersebut.
SMAN 2 Cianjur tahun 2024 menghabiskan dana BOS sebesar Rp. 939.673.350 yang mencapai 45% dari pagu dana BOS sebesar Rp 1.934.960.000 tahun 2024. Bila mengacu pada juknis SMAN 2 Cianjur, maka hanya sebesar Rp 386.992.000 biaya pemeliharaan Sapras dari 20% yang di anjurkan.
Lalu dengan besaran Rp. 939.673.350 atau mencapai 45% dari pagu, apakah murni di lakukan untuk perbaikan atau hanya rekayasa? mari kita bongkar.
Selain biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang menjadi perhatian dan berpotensi terjadi Mark up anggaran, dugaan penggelembungan anggaran juga terjadi pada kegiatan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain,penerimaan Peserta Didik baru dan sejumlah kegiatan sekolah lainya.
Menurut sumber media ini yang membocorkan akan dugaan korupsi dana BOS di SMAN 2 Cianjur tersebut yang mengirimkan pesan melalui surat elektronik atau email dengan mengatakan.
” Mohon rekan media agar menyikapi atas dugaan korupsi dana BOS di SMAN 2 Cianjur tahun 2024, sebab biaya pemeliharaan Sapras yang mencapai kurang lebih Rp. 1’miliar, kami sangat tidak yakin, karena selama tahun 2024, perbaikan Sapras tidak begitu terlihat signifikan dan kami menduga telah terjadi Mark up anggaran, sama halnya dengan pembiayaan kegiatan eskul, khususnya pembayaran honor, disisi lain sering memakai Kakak kelas untuk jadi pelatih eskul, namun honornya tidak sampai ke pelatih, juga saat penerima siswa baru, siswa baru saat daftar ulang, siswa di Bebani bayar map dan meterai” Kata sumber seraya meminta agar Identitas nya di rahasiakan.

Berikut data alokasi dana BOS SMAN 2 Cianjur tahun 2024 yang diduga terjadi Mark up anggaran di sejumlah kegiatan sekolah, Tahap satu Rp 967.480.000 untuk Jumlah Siswa Penerima 1273,Tanggal Pencairan 18 Januari 2024 untuk biaya penerimaan Peserta Didik baru Rp 14.615.000, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain Rp 239.081.000, pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain Rp 66.100.000,pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Rp 82.425.900,pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan
Rp 1.525.000,langganan daya dan jasa Rp 6.200.000,pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 443.452.100,pembayaran honor Rp 114.081.000.Total Dana Rp 967.480.000.
Tahap dua Rp 967.480.000,Tanggal Pencairan 09 Agustus 2024 untuk biaya penerimaan Peserta Didik baru
Rp 62.350.000,pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca Rp 24.755.500, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain Rp 194.344.250, pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain Rp 5.340.000,pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Rp 39.130.000, pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Rp 18.425.000,langganan daya dan jasa
Rp 12.300.000,pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 486.221.250,penyediaan alat multimedia pembelajaran Rp 27.000.000,pembayaran honor
Rp 97.614.000. Total Dana Rp 967.480.000.
Ketika wartawan media ini ingin melakukan klarifikasi pada pihak sekolah, hingga berita ini di terbitkan belum berhasil di temui.( Deis)











