SIDOARJO-Zonadinamikanews.Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sidoarjo mengalami kerusakan dan berlubang akibat intensitas hujan, yang dikeluhkan masyarakat, hal ini di tanggapi Subandi selaku Bupati Sidoarjo menegaskan telah memerintahkan Dinas PU BMSDA untuk bergerak cepat menangani kondisi jalan di seluruh wilayah, terutama saat cuaca tidak hujan.
Hal ini berlawanan dengan Satgas Dinas PUBMSDA (Pekerjaan Umum Binamarga, Saluran dan Air), yang telah melaksanakan pemeliharaan tambal sulam di wilayah Raya Simpang Kecamatan Prambon (8/12), di saat hujan turun, selain kondisi jalan basah dan becek, juga tanpa rambu, ataupun pengatur lalu lintas.

Hal ini menjadi sorotan oleh beberapa lembaga masyarakat, Yoscan salah satu pemerhati lingkungan berlebaga antikorupsi menegaskan,” belum ada jaminan pengaspalan jalan dengan kondisi basah, apalagi hujan, ini sama halnya buang anggaran, atau kerja sia sia, setiap proyek infrastruktur harus mengikuti standar teknis dan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa pengaspalan tidak boleh dilakukan saat hujan atau permukaan jalan dalam kondisi basah karena air akan menghambat ikatan aspal dengan permukaan dasar, menyebabkan minyak aspal naik ke permukaan, mengurangi kepadatan, dan menghasilkan perkerasan yang lemah, cepat retak, berlubang, serta mudah rusak, sehingga kualitasnya menurun drastis dan tidak tahan lama.” Terangnya.
Masih Yoscan,” Satgas pelaksana jalan wajib melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi, menjamin mutu, dan memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Bila tidak, hal itu bisa dianggap pelanggaran dan berpotensi merugikan negara,” tegasnya.
Terkait tuduhan pelaksanaan yang membahayakan dan sia sia, serta di anggap buang anggaran, awak media ini berkonfirmasi ke Kepala Dinas PUBM Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, S.Sos.,MM.,MT. dan Joko Yasmintoro, lewat selulernya, akan tetapi belum menanggapi, hingga berita ini di tayangkan.
(dr)













