ADVERTISEMENT
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SYARAT & KETENTUAN
  • DICLAIMER
  • KONTAK
  • TENTANG KAMI
  • Login
ZonaDinamikaNews
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Bidik
  • Hukum & Kriminal
  • Tni-Polri
  • KESEHATAN
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Bidik
  • Hukum & Kriminal
  • Tni-Polri
  • KESEHATAN
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
ZonaDinamikaNews
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Bidik
  • Hukum & Kriminal
  • Tni-Polri
  • KESEHATAN
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
Home Nasional

Pelarangan Misa Natal WSY Kota Depok Inkonstitusional.

Presiden Prabowo Ditantang Turun Tangan

zonadinamikanews by zonadinamikanews
26 Desember 2025
in Nasional
A A
0
199
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DEPOK – Zonadinamikanews. Tindakan represif terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) kembali menista marwah demokrasi dan konstitusi Indonesia. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Kota Depok, Jawa Barat, menyusul pembatalan Misa Natal 2025 di Wisma Sahabat Yesus (WSY), Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji.

Keputusan pembatalan itu diambil melalui musyawarah antara pihak kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat keamanan, serta pengelola WSY pada Selasa (23/12/2025). Diduga dalih yang dikemukakan adalah menjaga kondusivitas lingkungan dan menunggu proses perizinan kegiatan ibadah.

BacaJuga ...

DPRD Karawang Rapat Dengar Pendapat Dengan LSM NKRI

DPRD Karawang Rapat Dengar Pendapat Dengan LSM NKRI

7 hari ago
Ruas Jalan Provinsi Pulo Padang – Sinunukan  Bak Kubangan Kerbau

Ruas Jalan Provinsi Pulo Padang – Sinunukan Bak Kubangan Kerbau

2 minggu ago
DPRD Karawang Laksanakan Raker Pansus Tentang Kabupaten Layak Anak

DPRD Karawang Laksanakan Raker Pansus Tentang Kabupaten Layak Anak

3 minggu ago

Namun, dalih tersebut justru menuai kecaman luas karena dinilai mengorbankan hak konstitusional warga negara demi rasa aman semu yang lahir dari tekanan kelompok tertentu.

Aktivis dan founder Pergerakan Indonesia untuk Keadilan dan Aspirasi Rakyat (PILAR), Hotman Samosir, S.H., D.Com., menantang keras pemerintah dan menyebutnya sebagai bentuk nyata kegagalan Pemerintah Kota Depok dalam menjamin kebebasan beragama dan beribadah.

 

Menurut aktivis Hotman, peristiwa ini menunjukkan bahwa negara melalui pemerintah daerah telah gagal total (Gatot) dan abai terhadap mandat konstitusi yang secara tegas telah menjamin hak setiap warga negara untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.

Aktivis internasional ini menilai tindakan barbar dan primitif atas pembatalan Misa Natal WSY Kota Depok melanggar Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 28E ayat (1) dan Pasal 29 ayat (2), yang menjamin kebebasan beragama dan beribadah tanpa syarat.

Selain itu, kebijakan tersebut bertentangan dengan TAP MPR Nomor X/MPR/1998, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR).

Aktivis Hotman menegaskan bahwa dalam Kovenan ICCPR, hak untuk beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama, di ruang publik atau tertutup, merupakan hak fundamental yang tidak boleh ditawar-tawar secara sewenang-wenang oleh kelompok tertentu.

“Bahwa dalih menjaga keamanan itu alasan prematur dan nonsense. Yang terjadi justru negara membiarkan hak warganya dirampas,” tutur aktivis Hotman Samosir ketika dimintai keterangannya, Kamis (25/12).

Sejurus kemudian, Ia juga mempertanyakan legitimasi “kesepakatan” yang dijadikan dasar pembatalan ibadah Misa Natal WSY Kota Depok tersebut.

“Bahwa tatkala kesepakatan itu lahir dari timbangan yang timpang, itu namanya bukan kesepakatan, tapi ini pemaksaan. Kesepakatan itu hanya sah secara moral dan hukum jika relasinya setara,” ungkapnya.

Menurut aktivis Hotman, dalam negara hukum, pelaksanaan ibadah tidak boleh bergantung pada kesepakatan sosial, apalagi persetujuan serampangan mayoritas.

“Bahwa merayakan hari besar agama bukan hak yang dinegosiasikan. Itu hak konstitusional. Negara tidak boleh menyerahkannya kepada tekanan kelompok tertentu dan massa,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa jika praktik semacam ini dibiarkan, maka akan menjadi preseden berbahaya dan berpotensi menyebar ke daerah-daerah lain.

“Bahwa Pemerintah justru ikut melanggengkan pelarangan ibadah. Ini sangat berbahaya bagi masa depan kesatuan dan persatuan bangsa,” tutur aktivis Hotman.

Lebih lanjut, aktivis ini menolak keras logika sesat mayoritas-minoritas dalam urusan kebebasan beragama.

“Kami ingatkan berulang kali. Bahwa Negara ini bukan milik satu golongan. Ini negara hukum, bukan negara mayoritas. Semua warga harus diperlakukan sama tanpa diskriminasi,” tuturnya lagi.

Aktivis Hotman menegaskan bahwa pembatasan ibadah merupakan pelanggaran hak asasi manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (6) dan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.

Kemudian, Ia juga mengutip Pasal 28E ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, tanpa pengecualian.

“Bahwa hak ini bersifat fundamental dan non-derogable right dalam keadaan apapun. Sudah seharusnya pemerintah hadir melindungi dan memfasilitasi warga negara dalam merayakan hari raya besar agamanya, bukan justru menjadi bagian dari masalah,” tegasnya lagi.

Lebih jauh, aktivis Hotman Samosir mendorong Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Depok Supian Suri serta jajaran aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas dan konkret dalam menjamin kebebasan beribadah dan mendirikan tempat ibadah bagi semua agama dan kepercayaan.

Aktivis ini juga meminta Kapolri, Kapolda Jawa Barat dan Polres Metro Depok memastikan keamanan perayaan ibadah dan hari besar keagamaan tanpa diskriminasi apa pun.

“Kami bertanya, tolong dijawab dengan cinta, Indonesia itu rechtsstaat atau machtstaat? Kami mendesak pemerintah dan aparat tidak boleh lagi kalah dengan tekanan massa dan kelompok tertentu, tetapi harus menegakkan supremasi hukum dan konstitusi secara adil,” pungkas aktivis Hotman Samosir.

Ihwal pembatalan Misa Natal di Wisma Sahabat Yesus (WSY) Kota Depok, Jawa Barat, menjadi alarm berulang bahwa perjuangan menegakkan kebebasan beragama dan beribadah di Indonesia belum selesai, negara dan aparat tidak boleh terus-menerus plonga-plongo ketika hak warganya dirampas.
Tim

Previous Post

Peran Oknum Aparat Hukum di Lokasi PETI Lingga Bayu Mandailing Natal

Next Post

Bupati Toba : Jadikan Keluarga Sebagai Cermin Kasih Allah di Dunia

zonadinamikanews

zonadinamikanews

Mengungkap Fakta Dalam Berita

Berita Serupa

DPRD Karawang Rapat Dengar Pendapat Dengan LSM NKRI
Nasional

DPRD Karawang Rapat Dengar Pendapat Dengan LSM NKRI

16 Juli 2026
Ruas Jalan Provinsi Pulo Padang – Sinunukan  Bak Kubangan Kerbau
Nasional

Ruas Jalan Provinsi Pulo Padang – Sinunukan Bak Kubangan Kerbau

10 Juli 2026
DPRD Karawang Laksanakan Raker Pansus Tentang Kabupaten Layak Anak
Nasional

DPRD Karawang Laksanakan Raker Pansus Tentang Kabupaten Layak Anak

4 Juli 2026
DPRD Kabupaten Karawang Laksanakan Raker Pansus Trantibun
Nasional

DPRD Kabupaten Karawang Laksanakan Raker Pansus Trantibun

4 Juli 2026
dr. David Luther Lubis Kembali Pimpin DPD AMPI Sumut Periode 2026–2031
Nasional

dr. David Luther Lubis Kembali Pimpin DPD AMPI Sumut Periode 2026–2031

21 Juni 2026
Rapat Paripurna DPRD Karawang Dalam Penetapan Raperda
Nasional

Rapat Paripurna DPRD Karawang Dalam Penetapan Raperda

17 Juni 2026
Next Post
Bupati Toba : Jadikan Keluarga Sebagai Cermin Kasih Allah di Dunia

Bupati Toba : Jadikan Keluarga Sebagai Cermin Kasih Allah di Dunia

Oknum Inspektorat Tapteng Diduga Rekayasa Hasil Pemeriksaan

Diduga Takut Boroknya Terbongkar Kepsek SMAN 1 Tanjung Raya Pilih Bungkam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Kategori

  • Bidik
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • KESEHATAN
  • Nasional
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
  • Tni-Polri
  • Vidio

Recent News

Sejumlah Tenaga Medis di RSUD Porsea Kerap Telat Tunaikan Tugas

Sejumlah Tenaga Medis di RSUD Porsea Kerap Telat Tunaikan Tugas

22 Juli 2026
Dinding Penahan Jalan Pada Pelebaran Ruas Jalan Batankrajan Gunakan Material Sirtu

Dinding Penahan Jalan Pada Pelebaran Ruas Jalan Batankrajan Gunakan Material Sirtu

21 Juli 2026
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SYARAT & KETENTUAN
  • DICLAIMER
  • KONTAK
  • TENTANG KAMI

Hak Cipta Zonadinamikanews.com © 2023 - 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Login

Hak Cipta Zonadinamikanews.com © 2023 - 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!