Tap-teng, ZonaDinamikaNews.com.Kepala Sekolah SMP ST. Fransiskus mengaku tidak mampu menjawab pertanyaan wartawan terkait tugas dan tanggungjawab yang di bebankan di pundaknya.
Ini sebagai pertanda bahwa oknum kepsek ini tidak layak jadi pimpinan di sebuah lembaga pendidikan, karena tidak memberikan pembelajaran yang mumpuni untuk publik.
“Saya tidak sanggup menjawab semua itu, karena saya ada kerjaan lain.Jawaban saat dikonfirmasi Awak Media di sekolah, Kamis (15/05/2025).
Hal itu disampaikan kepala Sekolah SMP ST. Fransiskus Artiba Zalukhu, dalam rekaman tegas menyampaikan kepada awak media saat dikonfirmasi Terkait Dana Boss TA 2024, kalau mau mempertanyakan kerjaku atau mengklarifikasi silahkan keatasanku, karena saya sudah melaporkan, mintalah langsung ke Dinas Pendidikan, ucapnya.
Artiba Zalukhu agaknya tidak memahami akan pelayanan informasi yang dibutuhkan oleh publik, terkait kegiatan-kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat umum, dengan prinsip keterbukaan informasi kepada publik, mengenai perjalanan roda pemerintah harus diberikan ruang yang selebar-lebarnya. Mengingat setiap warga masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui informasi tentang hasil kinerja pemerintahnya.
Hal ini jelas tertuang dalam Undang-Undang keterbukaan informasi publik (KIP) No 14 Tahun 2008 bahwa, setiap anggaran yang bersumber dari pemerintah baik APBN maupun APBD, masyarakat publik wajib mengetahui dan mempertanyakan bahkan mengawal realisasi. (NP)











