HUMBANGHAS-Zonadinamikanews.com.Pemerintah melalui menteri pendidikan setiap tahun mengucurkan anggaran untuk pembelian buku di setiap sekolah, anggaran pembelian buku tersebut disalurkan melalui program bantuan operasional sekolah (BOS) dengan judul kegiatan pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca.
Anggaran pembelanjaan buku hingga ratusan juta di SMAN 1 Paranginan Humbahas, diduga keras telah di Gelapkan oleh Gotma Samosir selama 2 tahun, dengan mengelabui rekanan atau vendor buku.
M Manik selalu vendor tempat Gotma Samosir memesan buku mata pelajaran untuk siswa tersebut, merasa di tipu oleh oknum kepsek, sehingga menempuh jalur hukum, dengan melaporkan Gotma Samosir ke polres Humbang Hasundutan.
” Pembayaran pesanan buku yang di pesan Kepala Sekolah SMAN 1 Paranginan Humbahas Gotma Samosir, adalah anggaran dari negara melalui dana BOS, dan setiap tahun dana BOS tersebut di cairkan, namun kenapa Gotma Samosir tidak membayarkan, sementara setiap tahun LPJ dana BOS bahwa pembelanjaan buku selalu di laporkan, berarti laporan LPJ dana BOS palsu, karena selama dua tahun ini, kepsek tersebut belum membayarkan pada kami” tegas M.Manik.
Pembohongan yang dipertontonkan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Paranginan Humbahas Gotma Samosir, akhirnya kami laporkan ke polisi Humbang Hasundutan karena tidak kunjung membayar utang buku yang mereka pesan dari CV. Sirma Jaya sebesar Rp152 juta.tegas Manik
Jauli Manalu selaku kuasa hukum dari M. Manik pemilik CV. Sirma Jaya membeberkan bahwa utang tersebut sudah terjadi sejak 2 tahun lalu dan tidak diselesaikan sampai saat ini.
“Utangnya sama klien kami sebesar Rp152 juta,” ungkapnya, Jumat (8/8/2025) siang.
Karena tidak ada itikad baik dari Kepala Sekolah SMAN 1 Paranginan Humbahas Gotma Samosir terpaksa melaporkan perkara ini ke Polres Humbahas.
Jauli Manalu juga menyayangkan bahwa Kepala Sekolah SMAN 1 Paranginan Humbahas Gotma Samosir tega menunggak utang bertahun-tahun padahal telah dananya dianggarkan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Paranginan Humbahas Gotma Samosir yang dikonfirmasi Aktual Online belum mau berkomentar terkait utang buku Rp152 juta yang ia lakukan.(B)












