SURABAYA – Zonadinamikanews.Isu dugaan pungli (pungutan liar) dalam pemecahan Rekor MURI ( Musium Rekor Indonesia ) di bidang Pramuka Garuda yang diselenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab ) Surabaya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (DISPENDIK) Surabaya mencuat karena adanya iuran yang dianggap tidak jelas atau memberatkan orang tua.
Dinas pendidikan Surabaya selaku pihak terkait tidak memberikan edaran ke sekolah sekolah tentang transparansi biaya yang dibutuhkan untuk Pramuka Garuda, justru yang ada adalah pembiaran pungutan yang dilakukan pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan pelatih pramuka .
Wali murid siswa sekolah negeri maupun swasta banyak yang menolak pendidikan karakter Pramuka dibangun di atas praktik tidak jujur. Sementara itu, Pramuka Garuda adalah tingkatan tertinggi dan berprestasi.
Febrina Kusumawati, S.Si, M.M. Selaku Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, saat dikonfirmasi tim media tentang adanya pungutan liar Pramuka Garuda di sekolah sekolah Negeri atau Swasta melalui call whatapp dan massage whatsapp tidak berani memberikan jawaban dan terkesan tertutup.
DARTO, M.Pd kepala SMP Negeri 12 Surabaya, ditanya tim media adanya pungutan Pramuka garuda menyatakan dengan tegas “ Tidak ada pungutan “ namun ditanya untuk atribut Pramuka Garuda ,SKU,SKK,Tampan, Medali dan lain lain anggarannya dari mana, pak darto panggilannya tidak mau menjawab pertanyaan tim media.
Beberapa sekolah yang sudah melakukan pungutan pramuka garuda berdasarkan laporan wali murid antara lain : SMPN 7, SMPN 29,SMPN 52, SMPN 13,SMPN 30 .
Dari informasi wali murid tim media menghubungi para kepala sekolah untuk mengklarifikasi kebenaran perihal pungutan pramuka garuda senilai 70 ribu – 150 ribu dan ijin pungutan dari dinas pendidikan Surabaya, namun sayang para kepala sekolah tidak memberikan jawaban . (pesan whatsapp tim ke kepsek )
Media dan publik menyayangkan kegiatan yang sebagus ini namun tidak di dasari dengan tranparans , kejujuran ,prosedur dan keterbukaan .
Publik berharap kepada walikota Surabaya untuk menimbang kembali rencara rekor muri pramuka Garuda 2026 ini karena Pramuka Garuda adalah tingkatan kecakapan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega) yang menjadi wujud penghargaan atas pencapaian tanda kecakapan tertinggi. Anggota yang menyandangnya dituntut menjadi teladan dalam perilaku, keterampilan, dan pengabdian sesuai Trisatya dan Dasadarma.(tim)










