PADANG PARIAMAN-Zonadinamikanews. Dugaan kelakuan buruk oleh oknum di lingkungan Pendidikan, seperti di SMAN 1 Batang Anai, kabupaten Padang Pariaman tengah jadi perbincangan hangat sejumlah orang tua murid, komite yang di anggap seperti penguasa tunggal yang tidak bisa di sentuh siapapun bahkan dinilai sebagai paling berkuasa, sehingga tidak menghargai para orang tua murid.
Dugaan kelakukan para komite yang sok berkuasa tersebut, diduga di biarkan oleh oknum kepala sekolah, dugaan tersebut semakin menyakinkan, karena setiap keluhan para orang tua tidak perna di respon oleh pihak sekolah.
Bahkan orang tua murid mengeluhkan, karena pengurus komite sekolah dari sejak 1997 sampai sekarang tidak perna di ganti, bahkan penarikan uang komite kerap di Tarik tidak sesuai dengan jadwal atau sebelum ada kesepatan antara orang tua murid dengan komite, akibatnya banyak orang tua murid keberatan.
Lebih parah lagi, sering terjadinya hadia uang yang diterima siswa karena menang lomba maupun bantuan dari baznas langsung di potong dengan alasan bayar uang komite, orang tua murid menilai sekolah telah di jadikan proyek untuk menghasilkan uang kepentingan pribadi oleh komite.
Bahkan komite tidak menginginkan warga sekitar mengetahui kebutuhan sekolah, salah satunya untuk tenaga keamanan, bagian kebersihan, pesuruh, tukang kebun, sopir dan satpam, dan tenaga kebersihan sekolah sampai sekarang tidak ada, sehingga komite tidak mendukung perjanjian dengan mamak kami terdahulu yang telah menghibahkan tanah untuk sekolah, dengan alasan komite bahwa tidak ada dana untuk menggaji, uang komite di bebankan 100.000/siswa x 989 siswa.
Saat warga minta bantuan pada pemborong yang memperbaiki sekolah, pemborong mengaku sudah memberikan uang sebesar Rp.20 juta untuk komite. Adanya perkataan kepala sekolah tidak senang saat nasi MBG diberikan ke warga, muncul istilah beracun, ucapan itu membuat warga tidak terima, adanya tenaga honor (Yosi Olfrando) yang di percaya mengelolah asset sekolah sewenang wenang dan merasa berkuasa, kerap menunjukan sikap yang tidak baik dengan membawa pacarnya pada malam hari ke sekolah, serta sering menggati fasword wifi agar warga tidak boleh menikmati wifi sekolah.
Selain dugaan pungli dengan dalih uang komite, serta pemotongan uang siswa berupa hadia dan pemotongan bantuan dari baznas, muncul juga dugaan mark up alokasi dana BOS disejumlah kegiatan sekolah tahun ajaran 2025.
Di ketahui, tahun 2025 SMAN 1 Batang Anai mendapatkan dana BOS Rp.1.518.000.000 dalam dua tahap , dengan rincian tahap satu Rp 759.000.000 untuk jumlah siswa penerima 1012, tanggal Pencairan 22 Januari 2025, yang di perutuhkan untuk biaya penerimaan Peserta Didik baru Rp 205.000, pengembangan perpustakaan Rp 92.960.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 153.358.000, administrasi kegiatan sekolah Rp 137.044.600, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 54.542.000, langganan daya dan jasa Rp 61.870.208, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 194.928.000,penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 10.500.000, pembayaran honor Rp 47.400.000. Total Dana Rp 752.807.808Tahap dua Rp 759.000.000, Tanggal Pencairan 08 Agustus 2025 untuk biaya kegiatan penerimaan Peserta Didik baru Rp 16.617.000, pengembangan perpustakaan Rp 203.123.900, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 65.223.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 45.845.244, administrasi kegiatan sekolah Rp 207.115.816, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 10.370.000, langganan daya dan jasa Rp 58.921.232, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 66.476.000, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 52.500.000, pembayaran honor Rp 39.000.000. Total Dana Rp 765.192.192.
Zulbaidah sebagai kepala sekolah SMAN 1 Batang Anai saat di mintai tanggapanya terkait pengaduan orang tua murid tersebut mengatakan, “boleh nanti tanggapanya saya sedang di jalan” jawab singkat. namun hingga berita di terbitkan, kepala sekolah tak kunjung memberikan tanggapan. (red)












