ADVERTISEMENT
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SYARAT & KETENTUAN
  • DICLAIMER
  • KONTAK
  • TENTANG KAMI
  • Login
ZonaDinamikaNews
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Bidik
  • Hukum & Kriminal
  • Tni-Polri
  • KESEHATAN
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Bidik
  • Hukum & Kriminal
  • Tni-Polri
  • KESEHATAN
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
ZonaDinamikaNews
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Bidik
  • Hukum & Kriminal
  • Tni-Polri
  • KESEHATAN
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
Home Bidik

Dugaan Praktik Kotor Oleh Oknum Di Pasar Lubuk Buaya Padang

Ada andil mantan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan

zonadinamikanews by zonadinamikanews
27 Mei 2025
in Bidik
A A
0
228
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG-Zonadinamikanews.com,-Polemik pembagian unit kios di Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang, terus menuai sorotan. Sudah hampir empat tahun lamanya beberapa unit kios di pasar tersebut dibiarkan kosong, sementara puluhan pedagang kecil masih menanti kejelasan untuk bisa menempati tempat usaha yang layak. Kios-kios yang seharusnya menjadi fasilitas publik justru terindikasi menjadi ajang praktik jual beli dan penguasaan aset negara secara ilegal oleh oknum-oknum tertentu.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim media ini, tercatat sedikitnya empat unit kios di lokasi strategis pasar yang tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Kios bernomor 6, 8, 10, dan 25 dibiarkan kosong hingga hari ini. Warga menilai hal tersebut bukan tanpa alasan. Diduga kuat, ada permainan kotor dalam proses pembagian unit kios tersebut yang melibatkan oknum di lingkungan Pemerintah Kota Padang, khususnya dari Dinas Perdagangan.

BacaJuga ...

Dana Revitalisasi Rp.2 Miliar di SMPS NU Pasar Sorkam Disorot

Dana Revitalisasi Rp.2 Miliar di SMPS NU Pasar Sorkam Disorot

23 jam ago
Program Sandes di Taput Gagal Fungsi, Diduga Akibat Korupsi

Program Sandes di Taput Gagal Fungsi, Diduga Akibat Korupsi

1 hari ago
Oknum Inspektorat Tapteng Diduga Rekayasa Hasil Pemeriksaan

Penggunaan APBD di RSUD dr. Husni Thamrin Madina Berbau Korupsi

4 hari ago

Sumber terpercaya yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Kios No. 6 diketahui dimiliki oleh seorang mantan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan yang akrab dijuluki “Pak Bro”. Padahal, sebagai pejabat publik, ia seharusnya tidak berhak memiliki atau menguasai unit usaha di fasilitas pemerintah. Ironisnya, meski sudah tidak menjabat, unit tersebut tetap kosong tanpa dimanfaatkan.

Sementara itu, Kios No. 25 disebut-sebut pernah dikuasai oleh Hendrizal, mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang. Kini, kios tersebut disebut telah diberikan kepada seorang warga bernama Lisma. Namun, berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, Lisma tidak memiliki hak administratif maupun legal untuk menerima atau mengelola unit tersebut. Pemberian kios tersebut patut dipertanyakan, mengingat prosesnya tidak transparan dan berpotensi melanggar aturan.

Kios No. 7 pun tak luput dari sorotan. Menurut sejumlah pedagang, unit tersebut telah diperjualbelikan secara diam-diam, tanpa melalui mekanisme resmi dari pemerintah. Praktik jual beli kios yang merupakan aset pemerintah ini tentu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan barang milik daerah.

Lebih mengejutkan lagi, Kios No. 39 saat ini dikuasai oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Lubuk Buaya. Penguasaan ini juga dinilai tidak wajar karena LPM sejatinya bukan lembaga komersial dan tidak memiliki kewenangan untuk mengelola atau menempati unit usaha di pasar rakyat.

Dalang di Balik Polemik

Berbagai persoalan yang mengemuka ini tak lepas dari sosok yang disebut-sebut sebagai otak di balik pembagian kios yang amburadul tersebut. Oknum warga bernama Feli Indra mencuat ke permukaan sebagai aktor yang diduga memainkan peran penting dalam proses distribusi kios. Beberapa sumber menyebut bahwa Feli Indra memiliki pengaruh kuat di lingkungan Dinas Perdagangan dan kerap menjadi penghubung dalam ‘transaksi gelap’ pembagian unit kios di Pasar Lubuk Buaya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Lubuk Buaya, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi yang terjadi. “Banyak pedagang yang benar-benar butuh tempat usaha, tapi malah kiosnya dikosongkan bertahun-tahun. Kalau tidak dipakai, kenapa tidak diberikan kepada pedagang yang aktif? Jangan sampai aset pemerintah jadi lahan bisnis oknum,” ujarnya dengan nada geram.

Tuntutan Transparansi dan Investigasi

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Syahendri Barkah membenarkan bahwa telah memberikan kios nomor No. 25 yang pernah dikuasai oleh Hendrizal kepada warga yang bernama Lisma, “benar saya sudah memberikan kios no.25 kepada Lisma”, ujarnya singkat tanpa memperlihatkan administrasi yang jelas kepada media ini.

Sejumlah elemen masyarakat kini mendesak Pemerintah Kota Padang, khususnya Inspektorat dan DPRD, untuk turun tangan menyelidiki persoalan ini. Mereka meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap pembagian kios di Pasar Lubuk Buaya serta transparansi dalam pengelolaan aset pemerintah.

“Kami ingin tahu, siapa saja yang menguasai kios, berdasarkan SK apa, dan bagaimana proses penunjukannya. Jangan ada lagi praktik-praktik kotor yang merugikan pedagang kecil,” ujar salah seorang pedagang di pasar tersebut.

Jika benar terjadi praktik jual beli kios secara ilegal, maka hal ini tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah kota. Apalagi, Pasar Lubuk Buaya merupakan salah satu sentra ekonomi rakyat yang diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal.

Carut-marutnya pembagian unit kios di Pasar Lubuk Buaya adalah cerminan lemahnya pengawasan dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset daerah. Jika tidak segera dibenahi, kondisi ini dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk bagi tata kelola pasar tradisional lainnya di Kota Padang.

Pemerintah Kota Padang dituntut untuk segera mengambil langkah tegas, mulai dari audit internal, pengusutan dugaan pelanggaran, hingga pembatalan penguasaan kios yang tidak sah. Pasar rakyat harus kembali menjadi milik rakyat, bukan lahan bagi segelintir oknum untuk memperkaya diri. (TIM)

Previous Post

Aroma KKN Dalam Rekrutmen Direksi PDAM Tirta Anai Makin Mengkristal

Next Post

Kental KKN Dalam Susunan Aparat Desa Muara Sibuntuon Tapteng

zonadinamikanews

zonadinamikanews

Mengungkap Fakta Dalam Berita

Berita Serupa

Dana Revitalisasi Rp.2 Miliar di SMPS NU Pasar Sorkam Disorot
Bidik

Dana Revitalisasi Rp.2 Miliar di SMPS NU Pasar Sorkam Disorot

7 Juni 2026
Program Sandes di Taput Gagal Fungsi, Diduga Akibat Korupsi
Bidik

Program Sandes di Taput Gagal Fungsi, Diduga Akibat Korupsi

7 Juni 2026
Oknum Inspektorat Tapteng Diduga Rekayasa Hasil Pemeriksaan
Bidik

Penggunaan APBD di RSUD dr. Husni Thamrin Madina Berbau Korupsi

4 Juni 2026
De Laguna Almero Hotel di Kota Padang Diduga Tempat Prostitusi dan Transaksi Narkoba
Bidik

De Laguna Almero Hotel di Kota Padang Diduga Tempat Prostitusi dan Transaksi Narkoba

4 Juni 2026
Oknum Inspektorat Tapteng Diduga Rekayasa Hasil Pemeriksaan
Bidik

Indikasi Korupsi Dana Pendidikan dan Pungli di SMKN 1 Siatas Barita Taput

3 Juni 2026
Bidik

Alokasi Dana BOS SDN 155713 Manduamas Lama 2 Tapteng Beraroma Korupsi

3 Juni 2026
Next Post
Kental KKN Dalam Susunan Aparat Desa Muara Sibuntuon Tapteng

Kental KKN Dalam Susunan Aparat Desa Muara Sibuntuon Tapteng

Pembangunan Ruko dan Perumahan Ilegal di Sebut Milik Istri Mantan Walkot Pariaman

Pembangunan Ruko dan Perumahan Ilegal di Sebut Milik Istri Mantan Walkot Pariaman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Kategori

  • Bidik
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • KESEHATAN
  • Nasional
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
  • Tni-Polri
  • Vidio

Recent News

Dana Revitalisasi Rp.2 Miliar di SMPS NU Pasar Sorkam Disorot

Dana Revitalisasi Rp.2 Miliar di SMPS NU Pasar Sorkam Disorot

7 Juni 2026
Program Sandes di Taput Gagal Fungsi, Diduga Akibat Korupsi

Program Sandes di Taput Gagal Fungsi, Diduga Akibat Korupsi

7 Juni 2026
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SYARAT & KETENTUAN
  • DICLAIMER
  • KONTAK
  • TENTANG KAMI

Hak Cipta Zonadinamikanews.com © 2023 - 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Login

Hak Cipta Zonadinamikanews.com © 2023 - 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!