PADANG PARIAMAN-Zonadinamikanews.com,-Nagari Sungai Buluah Selatan, yang terletak di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, tengah menjadi sorotan publik. Hal ini dipicu oleh dugaan tidak transparannya penggunaan anggaran Dana Nagari yang mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya.
Kasus dugaan penyalahgunaan pengelolaan Anggaran Dana Nagari yang dilakukan oleh oknum PJ Wali Nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman saat ini mulai terendus kepublik, pasalnya sejumlah kegiatan pada tahun anggaran 2024 terdapat mark up dan fiktif.
Sejumlah warga dan pemerhati kebijakan publik mempertanyakan kejelasan alokasi dana Nagari yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, menurut informasi yang beredar, sebagian besar anggaran justru digunakan untuk penanganan kejadian mendesak yang tidak jelas urgensinya.
“Kami tidak tahu anggaran miliaran itu habis untuk apa. Papan informasi pun jarang terlihat. Yang kami dengar, uangnya sering dipakai untuk hal-hal mendesak, tapi mendesaknya di mana juga tidak jelas,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kritik juga datang dari tokoh masyarakat setempat yang menilai pemerintah Nagari kurang terbuka dalam menyampaikan laporan penggunaan anggaran secara berkala kepada warga. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa terdapat penyalahgunaan dana atau setidaknya ketidakefisienan dalam pengelolaan.
Dugaan praktik mark up anggaran di Nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi perhatian publik. Anggaran yang mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya dinilai tidak transparan dan sebagian besar justru dialokasikan untuk Pos “keadaan mendesak” yang tidak jelas.
Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Nagari, menurut warga, tidak memberikan dampak nyata. Hingga saat ini, warga menyebut belum ada perubahan signifikan.
“Kami bingung kemana perginya dana Nagari yang tiap tahun nilainya besar. Tidak ada perkembangan yang berarti,” ujar salah satu warga saat dihubungi melalui WhatsApp pada Jum’at (16/5/2025).
Berikut rincian penggunaan anggaran Dana Nagari Sungai Buluah Selatan tahun 2024 yang menjadi sorotan warga:
Pagu Rp. 895.278.000 tahun 2024
Detail data penyaluran
- Keadaan Mendesak Rp 24.300.000 Keadaan Mendesak Rp 24.300.000 Keadaan Mendesak Rp 24.300.000 Keadaan Mendesak Rp 24.300.000 Keadaan Mendesak Rp 18.455.000
- Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 27.900.000
- Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 4.158.000
- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 60.393.100
- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 60.308.340
- Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst) Rp 21.600.000
- Penyelenggaraan Informasi Publik Desa (Misal : Pembuatan Poster/Baliho Informasi penetapan/LPJ APBDes untuk Warga, dll) Rp 12.480.000
- Peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp 32.430.000
- Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 100.502.400
- Peningkatan kapasitas BPD Rp 16.945.000
- Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 9.750.000
- operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 9.750.000
- operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 1.252.900
Warga mendesak agar dana Nagari dikelola secara transparan dan tepat sasaran, termasuk untuk pembangunan infrastruktur dan transportasi yang layak. (Z).











