ADVERTISEMENT
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SYARAT & KETENTUAN
  • DICLAIMER
  • KONTAK
  • TENTANG KAMI
  • Login
ZonaDinamikaNews
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Bidik
  • Hukum & Kriminal
  • Tni-Polri
  • KESEHATAN
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Bidik
  • Hukum & Kriminal
  • Tni-Polri
  • KESEHATAN
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
ZonaDinamikaNews
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Bidik
  • Hukum & Kriminal
  • Tni-Polri
  • KESEHATAN
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
Home Bidik

Diduga Pengunaan Dana Nagari Tidak Trasparan Dan Berpotensi Terjadi Korupsi

Dan Dimonopoli Wali Nagari Bisati Sungai Sariak.

zonadinamikanews by zonadinamikanews
1 September 2025
in Bidik
A A
0
Ilustrasi

Ilustrasi

220
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG PARIAMAN-Zonadinamikanews.com,-Sejumlah warga mempertanyakan kejelasan alokasi dana Nagari yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, menurut informasi yang beredar, sebagian besar anggaran justru digunakan untuk kejadian yang tidak jelas urgensinya.

“Kami tidak tahu anggaran miliaran itu habis untuk apa. Papan informasi pada setiap proyekpun jarang terlihat.,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

BacaJuga ...

Oknum Inspektorat Tapteng Diduga Rekayasa Hasil Pemeriksaan

Dugaan Korupsi Dana BOS di SMAN 6 Karawang, Tabrak Juknis?

34 menit ago
Pembangunan TPT di Pemukiman Warga Desa Aek Manyuruk Madina Mangkrak?

Pembangunan TPT di Pemukiman Warga Desa Aek Manyuruk Madina Mangkrak?

54 menit ago

Penyerapan Dana BOS di SMAN 1 Cilamaya Tidak Sesuai Juknis, Rawan Terjadi Mark Up Anggaran

13 jam ago

Kritik juga datang dari tokoh masyarakat setempat yang menilai pemerintah Nagari Bisati Sungai Sariak kurang terbuka dalam menyampaikan laporan penggunaan anggaran Nagari dan Dana BUMNag secara berkala kepada warga. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa terdapat penyalahgunaan dana atau setidaknya ketidakefisienan dalam pengelolaan.

Dugaan praktik mark up anggaran di Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi perhatian publik. Anggaran yang mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya dinilai tidak transparan dan sebagian besar justru dialokasikan ke hal yang tidak memprioritas pada kebutuhan masyarakat.

Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Nagari, menurut warga, tidak memberikan dampak nyata. Hingga saat ini, warga menyebut belum ada perubahan signifikan.

“Kami bingung kemana perginya dana Nagari yang tiap tahun nilainya besar. Tidak ada perkembangan yang berarti,” ujar salah satu warga saat dihubungi  melalui WhatsApp.

Berikut rincian penggunaan anggaran Dana Nagari Bisati Sungai Sariak yang menjadi sorotan warga:

  1. Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan Sarana/Prasarana Posyandu/Polindes/PKD 1 UNIT Peralatan Kesehatan Posyandu/Polindes/PKD Belanja Modal Habis Pakai Rp 9.975.000,
  2. Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan Sarana/Prasarana Posyandu/Polindes/PKD 1 UNIT Peralatan Kesehatan Posyandu/Polindes/PKD Pelaksanaan Pembangunan Rehabilitasi Posyandu Korong Panti Kayu Rp 243.839.368.
  3. Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst) 3 PAKET Operasional PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa Penyelenggaraan paud/madrasah milik nagari Rp 4.200.000.
  4. Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst) 25 PAKET Operasional PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa terbayarnya insentif TPA/TKA/TPQ/Madrasah milik nagari Rp 31.500.000.
  5. Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) 28 UNIT Makanan Tambahan insentif kader dan PMT Posyandu dan Posyandu Lansia Rp 64.200.000.
  6. Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang 45 METER (M) Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/ Gang Pembayaran peningkatan jalan rabat beton kampuang sikumbang korong kampuang tangah Rp 47.417.180.
  7. Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa 1 PAKET Dukungan kegiatan seremonial di desa Kegiatan olahraga,sosial,seni budaya dan keagamaan Rp 5.700.000.

Pembangunan rehabilitasi Posyandu Korong Panti Kayu dengan anggaran sebesar Rp243.839.368 kini menuai sorotan tajam dari masyarakat Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto. Bangunan yang kini berdiri megah dua lantai itu dinilai lebih megah daripada kantor induknya, bahkan mengalahkan kemegahan Kantor KB Kecamatan VII Koto.

Masyarakat menilai pembangunan tersebut kurang tepat sasaran, sebab gedung posyandu sejatinya tidak membutuhkan fasilitas semewah itu. Apalagi, kantor posyandu tersebut sebelumnya hanyalah kantor korong yang masih layak pakai.

“Kami sebagai masyarakat awam bingung, untuk apa kantor posyandu semegah ini? Dari dulu, sejak zaman Presiden Soeharto, posyandu sudah ada. Bisa saja digabung dengan kantor nagari, apalagi pos-pos pelayanan ada di tiap korong. Rasanya uang negara tidak tepat sasaran,” ungkap seorang warga.

Selain itu, warga menyoroti minimnya prioritas pada kebutuhan masyarakat lain. Di masa kepemimpinan wali nagari yang baru, sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan voli justru tidak tersedia lagi.

“Alangkah baiknya uang sebesar itu dipakai membangun lapangan bola, voli, atau fasilitas lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat dan generasi muda,” tambah warga.

Kecurigaan masyarakat juga menguat karena dalam setiap proyek nagari, plang merk (papan informasi proyek) selalu terlambat dipasang. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa ada hal yang ditutupi, mengingat anggaran besar sering tidak sebanding dengan hasil di lapangan.

“Kita tidak tahu apakah pembangunan ini ada cuan yang terselip. Yang jelas, papan informasi selalu telat dipasang. Apa motifnya, kita tidak tahu,” ujar warga lain.

Selain gedung posyandu, masyarakat juga mempertanyakan proyek lain berupa merek besar yang terletak di tengah sawah dengan nama “Kampuang Parabot”. Masyarakat menilai anggaran untuk proyek ini cukup besar, namun penempatan yang berada di area persawahan dianggap tidak tepat.

“Kalau dilihat mereknya memang bagus, tapi apa gunanya diletakkan di tengah sawah? Apakah ini yang disebut prioritas? Atau memang nagari kita dianggap tidak ada lagi yang perlu dibangun?” keluh masyarakat.

Dengan adanya temuan ini maka dilakukan Konfirmasi melalui Telfon dengan Wali Nagari Bisati Sungai Sariak, mengatakan  akan saya jawab semua pertanyaan pada konfirmasi yang diberikan pada hari kerja yakni hari senin, karena semua kegiatan yang tersebut di kerjakan oleh staf. Jadi akan saya tanyakan dan pastikan dulu ke Staf.” Ucapnya.

Namun nyatanya hingga saat ini tidak ada informasi lanjutan dari wali Nagari Bisati Sungai Sariak.

(TIM)

Previous Post

Benarkah Ada Konspirasi Oknum Pejabat Di Belakang Bupati Sidoarjo ?!

Next Post

Dugaan Mark Up Alokasi Dana BOS dan BPMU di SMK Texmaco Purwasari Karawang

zonadinamikanews

zonadinamikanews

Mengungkap Fakta Dalam Berita

Berita Serupa

Oknum Inspektorat Tapteng Diduga Rekayasa Hasil Pemeriksaan
Bidik

Dugaan Korupsi Dana BOS di SMAN 6 Karawang, Tabrak Juknis?

11 Februari 2026
Pembangunan TPT di Pemukiman Warga Desa Aek Manyuruk Madina Mangkrak?
Bidik

Pembangunan TPT di Pemukiman Warga Desa Aek Manyuruk Madina Mangkrak?

11 Februari 2026
Bidik

Penyerapan Dana BOS di SMAN 1 Cilamaya Tidak Sesuai Juknis, Rawan Terjadi Mark Up Anggaran

10 Februari 2026
Keberadaan PAUD SPS MARANATHA Di Dusun II Bakaru Desa Siwalubanua I Dipertanyakan
Bidik

Keberadaan PAUD SPS MARANATHA Di Dusun II Bakaru Desa Siwalubanua I Dipertanyakan

10 Februari 2026
PS Pengepul Emas Ilegal Hasil Dari PETI Di  Lingga Bayu Madina
Bidik

Pengepul Emas Ilegal di Dusun Batang Lobung Masih Beroperasi Bebas..

7 Februari 2026
Aroma Dugaan  Korupsi Dalam Pengelolan BumDesma  RimNitahi Do Gogona
Bidik

Aroma Dugaan Korupsi Dalam Pengelolan BumDesma RimNitahi Do Gogona

6 Februari 2026
Next Post

Dugaan Mark Up Alokasi Dana BOS dan BPMU di SMK Texmaco Purwasari Karawang

Kedatangan Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada Jadi Simbol Harapan Baru

Kedatangan Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada Jadi Simbol Harapan Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Kategori

  • Bidik
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • KESEHATAN
  • Nasional
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Serba-Serbi
  • Tni-Polri
  • Vidio

Recent News

Oknum Inspektorat Tapteng Diduga Rekayasa Hasil Pemeriksaan

Dugaan Korupsi Dana BOS di SMAN 6 Karawang, Tabrak Juknis?

11 Februari 2026
Pembangunan TPT di Pemukiman Warga Desa Aek Manyuruk Madina Mangkrak?

Pembangunan TPT di Pemukiman Warga Desa Aek Manyuruk Madina Mangkrak?

11 Februari 2026
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SYARAT & KETENTUAN
  • DICLAIMER
  • KONTAK
  • TENTANG KAMI

Hak Cipta Zonadinamikanews.com © 2023 - 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Login

Hak Cipta Zonadinamikanews.com © 2023 - 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!