PADANG PARIAMAN-Zonadinamikanews.com. Hasil investigasi dan wawancara kepada sejumlah siswa SMKN 1 Sintoga Padang Pariaman, terucap pengakuan bahwa mereka selalu di bebani bayar uang komite Rp. 100.000/Siswa perbulan dan uang OSIS Rp. 100.000/tahun, dan mereka juga tidak perna merasa menerima makan tambahan gizi di sekolah.
“Ya kami selalu di bebankan membayar uang komite sebesar Rp. 100.000 setiap bulan, dan uang OSIS Rp.100.000, dan tidak merasa perna mendapatkan makan tambahan gizi dari sekolah” ucap sejumlah siswa pada media ini.
Bila memperhatikan data dapodik SMKN 1 Sintoga jumlah Siswa Laki-laki : 633 Siswa Perempuan 448 total siswa 1.081 dan bila kalikan 100.000 X 1.081 = Rp.44.800.000/bulan dari hasil pungutan liar khusus uang komite, dan OSIS Rp. 100.000x 1.081= 44.800.000/tahun .
Fantastis lagi, uang komite selama satu yang mencapai Rp.44.800.000/bulan dan bila dikalikan 12 bulan, maka SMKN 1 Sintoga mendapatkan uang komite sebesar Rp.537.600.633, pertanyaanya, dipakai untuk apa itu uang komite sebesar itu.
Sementara anggaran untuk kegiatan sekolah sudah di danai oleh dana BOS, dan 1 Sintoga Padang Pariaman mendapatkan dana BOS tahun 2024 tahap satu Rp 988.800.000 untuk biaya kegiatan penerimaan Peserta Didik baru Rp 3.054.000, pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca Rp 55.551.000, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain Rp 39.391.700, pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain Rp 19.392.500.
Pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Rp 216.026.280, pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Rp 7.774.000, langganan daya dan jasa Rp 77.441.650, pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 96.296.860, pembayaran honor Rp 214.472.968, pembayaran honor Rp 17.340.000. Total Dana Rp 746.740.958.
Dan untuk tahap dua Rp 988.800.000 untuk biaya kegiatan penerimaan Peserta Didik baru Rp 19.675.000, pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca Rp 143.759.000, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain Rp 12.937.250, pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain Rp 15.135.000, pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Rp 405.584.621, pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Rp 62.044.000.
Langganan daya dan jasa Rp 126.576.500, pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 194.457.850, penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan Rp 98.970.000, pembayaran honor Rp 130.339.821, pembayaran honor Rp 21.380.000. Total Dana Rp 1.230.859.042.
Selain dugaan pungutan liar, dugaan mark up alokasi dana BOS ini tidak luput dari perhatian dan berpotensi terjadinya dugaan rekayasa akan laporan penyerapan dana BOS dengan modus dugaan mark up alokasi dana di sejumlah kegiatan sekolah.
Seorang tokoh masyarakat saat berbincang-bincang dengan wartawan media ini, memberikan tanggapan tajam kepada pihak sekolah, bahkan berharap penegak hukum harus turun tangan ,kerena Tindakan oknum pendidik di SMKN 1 Sintoga sudah sangat luar biasa.
“Ya memang bila dihitung hitung, pihak sekolah bisa mengantongi lima ratusan juta dalam setahun hanya dari 1 item pungutan, belum lagi dugaan mark up alokasi dana BOS, karena bisa di Yakini 100% tidak ada pihak sekolah yang murni jujur menggunakan dana BOS, penggelembungan anggaran itu pasti terjadi, omong kosong kalau oknum kepsek tidak berbuat “jahat” dalam penyerapan dana BOS, say aini adalah keluarga besar guru” tegasnya pada wartawan.
Mainkan terus, giring ke penegak hukum, biar di gorok kantong mereka, tambah sumber.
Dengan adanya temuan ini maka kami dari awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMKN 1 Sintuk Toboh Gadang melalui via WhatsApp ke nomor pribadinya, tetapi sangat disayangkan Kepala Sekolah Bungkam. (z)











