SIDOARJO-Zonadinamikanews
Kegiatan peningkatan jalan depan balai desa Sidokerto yang dilaksanakan CV Ardhi Bila, dengan anggaran hampir 1 Milyar rupiah, dan di awasi jasa konsultan pengawas CV Pandu Adhigraha dengan anggaran hampir 50juta rupiah ini, dituding penuh colongan.
Dalam acuan uraian pekerjaan, disebutkan lapis demi lapis, dalam penggunaan bahan material, timbunan pilihan galian, lapis pondasi agregat kelas A, lapis resap pengikat aspal, lapis pengikat, agregat penutup Burda, aspal keras pelaburan, lataston lapis aus, untuk agregat kelas A memiliki tekstur butiran pecah bersudut, bebas lempung.
Dari fiktifnya lantai kerja, pemadatan, serta timbangan elevasi, berikut material agregat pemadatan badan jalan, yang seharusnya menggunakan bahan material Agregat A, faktanya menggunakan agregat B, hal ini di tegaskan salah satu pemerhati lingkungan antikorupsi,” Kegiatan peningkatan jalan depan balai desa Sidokerto ini diduga sangat kuat penuhi unsur korupsi mas, tiap tahap dalam prosesnya ada saja colongannya.”

Lebih lanjut, Yoscan menjabarkan,” untuk pasangan U Ditch, cara kerjanya gali dan pasang begitu saja, tanpa sarat, sehingga posisi kedatarannya naik turun, sedang untuk lapis pondasi dasar agregat seharusnya agregat A yang memiliki ciri batu krikil pecah atau belah, bersudut tanpa tanah berlempung, fakta dilapangan dalam belanjanya agregat B minus dengan speaifikasi bulat pecah halus plus berlumpur, tentunya harga lebih rendah dari yang seharusnya, dan saya rasa dengan dugaan kuat unsur korupsi di lakukan pelaksana, di restui pemgawas, dan di aminkan Kepala Dinas PUBMSDA.” tegasnya.
Terkait hal kesengajaan pengurangan kualitas mutu kegiatan Peningkatan jalan depan balai desa Sidokerto, awak media ini berkonfirmasi ke Dwi Eko Saptono selaku Kepala Dinas PUBMSDA lewat selulernya, dan seperti biasanya, Dwi Eko Saptono mengabaikan konfirmasi, hingga berita ini ditayangkan.
(dr)













