MEDAN-Zonadinamikanews. Dugaan penipuan yang dilakukan oknum sales buku inisila (ER) yang diduga bekerja sama dengan oknum di lingkungan sekolah, mengegerkan dunia pendidikan.
Berawal oknum sales buktu tersebut berusaha untuk mendapatkan pinjaman uang sebesar Rp.25 juta dari rekanan dengan modus memesan buku SMK atas nama sekolah di stempel dan ditandatangani oleh kepala sekolah
” bg bisa ABG bantu ibu kepala sekolah SMK DLK MS..sebesar Rp.25 jt, ibu ini mau belanja Rp.150 Juta an bg ” tanya ER.
Lalu pihak rekakan menjawab “ya boleh saja”.
Setelah dokumen pesaan masuk lengkap distempel sekolah, selanjutnya pihak rekanan mengantar buku ke sekolah tersebut yang sesuai pesanan.
Namun ketiks kurir buku tiba di sekolah pihak sekolah tidak mau menerima buku, bendahara sekolah mengatakan “kami tidak ada memesan buku”.
Atas jawaban bendahara yang mengaku tidak merasa memesan buku, Lalu pihak rekanan meneleponi kepala sekolah namun tidak mengangkat telepon dari kurir buku.
Lucunya ER mala balik marah dan mengatakan “kenapa kalian mengantar buku tidak ada perintah kepala sekolah kepada rekanan”
Lalu pihak penyedia menjawab ” jika sekolah memesan buku dan lengkap dengan stempel dan tandatangan kepala sekolah”
Kami harus mengantar karena stempel itu sah logo yang diakui negara
Sampai saat ini buku tersebut belum diterima disekolah dan ER yang diduga anak buah kepala sekolah mengatakan “buku kami batalkan uang dipulangkan”.
Jhon F Girsang ketua LSM GPRI DPD SUMUT minta Aparat penegak hukum Periksa dan panggil kepala sekolah SMK negeri 1 Dilokmasihol dan ER guna menghindari modus penipuan di dunia pendidikan dan diminta kepada kepala dinas untuk mencopot kepala sekolah SMK negeri 1 Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai. (tim)










