TAPTENG-Zonadinamikanews.com.Sarana dan prasarana atau peralatan sekolah sangat mendukung akan proses belajar mengajar, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta memfasilitasi pengembangan potensi siswa. Ruang kelas yang nyaman, bersih, dan dilengkapi dengan meja, kursi, papan tulis memadai, adalah sekolah yang sehat.
Namun bila kita berkunjung ke SMKN 1 Badiri Tapanuli Tengah, agaknya hal itu sulit untuk kita temukan, namun sebaliknya, kondisi sekolah ini, baik dari kursi untuk belajar sekolah, meja masih ditemukan bahwa banyak kursi dan meja belajar yang rusak, plafon yang jebol serta WC yang tidak terawat.
Dengan kondisi yang cukup memprihatinkan tersebut, layak di pertanyakan, kemana dana BOS untuk biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang selama ini?
Dan bila melihat kondisi sebagian sarana dan prasarana yang cukup memprihatinkan, maka patut diduga, bahwa anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang di alokasikan pihak SMKN 1 Badiri dari dana BOS patut di pertanyakan dan berpotensi kegiatan fiktif.
Besaran anggaran dana BOS tahun 2024 sebesar Rp.158.738.600 tidak sebanding dengan,lalu dari besaran anggaran tersebut yang di perbaiki apa? Apakah hanya angka tersebut sebatas retorika saja atau hanya dalam kertas atau LPJ fiktif? Layak dicurigai.
Sekolah SMKN 1 Badiri Tapanuli Tengah Kardi Simanjuntak ketika wartawan media ini berusaha untuk mendapatkan klarifikasi, kepsek berusaha mengelak dengan berbagai alasan,Seperti padat jadwal sekali dan akan mengabari kalau sudah ada waktunya.
“Jadwal saya padat sekali, nanti saya kabari kalau sudah ada waktunya” jawab kepsek dengan gaya kurang bersahabat. (NP)












