TAPTENG-Zonadinamikanews. Dugaan upaya kejahatan oknum pendidik di lingkungan SMA Islam Insan Cendekia Tapanuli Tengah, untuk mencari keuntungan walaupun harus mengambil hak orang lain secara melawan hukum.
Upaya pengambilan hak siswa dengan dalih untuk membeli seragam akhirnya sampai ke kuping wartawan.
Oknum di SMA Islam Insan Cendekia melakukan dugaan potongan dana PIP, yang di berikan pemerintah.
Menurut pengakuan orang tua siswa, beberapa waktu lalu, pihak sekolah mengundang atau mengumpulkan sejumlah orang tua siswa dalam sebuah cafe, dan di hadiri 10 orang tua murid.
Dalam pertemuan tersebut juga di hadiri Irawandi Sihombing selaku kepala sekolah dan memberikan arahan, bagi siswa yang mendapatkan dana PIP akan ada pemotongan sebesar Rp.500.000 dengan alasan untuk membeli seragam untuk pindah sekolah, karena sekolah SMA Islam Insani Cendikia akan tutup dan siswa akan di pindahkan sebuah pendidikan MAN.
Mirisnya, ketika bobrok pihak sekolah sampai ke kuping LSM, spontan saja bagian operator sekolah mengirimkan pesan singkat pada siswa, dengan ancaman tidak akan mengurus lagi para siswa.

Ketika media melakukan konfirmasi ke bagian operator sekolah SMA Islam Insan Cendekia, mengakui adanya pemotongan tersebut dengan alasan sudah ada kesempatan.
“Ya benar ada pemotongan Rp.500.000 dan itu sudah kesempatan untuk membeli seragam” jawab bagian operator sekolah saat di temui selasa 02/04.
Agaknya kedatangan wartawan untuk melakukan konfirmasi atas pemotongan tersebut, membuat pihak sekolah kalang kabut, dan ambil langkah seribu dan malam harinya pihak sekolah menghubungi para orang tua siswa, dan uang yang sempat di potong tersebut di kembalikan lagi pada orang tua murid.
“Uang PIP yang di potong Rp.500.000/siswa setelah kalian konfirmasi, pihak sekolah akhirnya mengembalikan pada kami, terimakasih atas perjuangan teman-teman media dan LSM, hak kami tidak jadi di rampok oleh oknum dari SMA Islam Islam Insani Cendikia” ucap orang tua murid.
Untuk di ketahui, Siswa SMA Islam Insan Cendekia yang mendapatkan dana PIP sebesar Rp.1.800.000, namun ada oknum operator sekolah berusaha memotong sebesar Rp.500.000 dengan alasan yang dibuat-buat.
Namun niat busuk tersebut langsung sampai ke kuping LSM dan Media, alhasil uang yang di potong tersebut akhirnya ke kembalikan pada orang tua murid.(tim)











