SIDOARJO-Zonadinamikanews.com.
Kegiatan Peningkatan jalan Desa Sumorame – Gagangpanjang yang dilaksanakan CV Barokah Abadi, dengan harga terkoreksi Rp.2.319.995.825.15., dan didampingi jasa konsultan pengawas Cv Cakra Neggala Konsultan dengan nilai Rp94.660.591.32, terindikasi mengurangi kualitas mutu.
Pada level saluran pemasangan U Ditch, tanpa disertai material sirtu sebagai lantai kerja ataupun pemadatan lantai dasar, tanah hasil galian saluran sebagai urugan jalan, penutupan akses jalan warga, matinya ekonomi niaga di sekitar, yang di duga tidak sesuai perencanaan, otomatis mengurangi kualitas mutu, penyimpangan tersebut didukung tidak profesionalnya jasa konsultan pengawas yang hanya jadi sekedar emblem.
Hal tersebut didampaikan Yoscan pemerhati lingkungan antikorupsi menegaskan,” Kegiatan peningkatan jalan di desa Sumorame menuju Gagangpanjang ini sudah jelas terindikasi mengurangi kualitas mutu, dimana jasa konsultan pengawas hanya sebuah emblem saja. Banyak kegiatan fisik lainya penuh penyimpangan mengurangi kulitas mutu, yang kami duga, telah terorganisir sejak awal, mulai dari tender, pelaksana, pengawas, ataupun pejabat pembuat komitmen.” jelasnya.
Ditambahkan Yoscan,” masih banyak beberapa kegiatan fisik seperti tender besar Alun Alun, RSUD, Peningkatan Jalan Kureksari, Jalan Buduran industri, SMPN Tulangan dan lainya, tentang kurangnya kualitas mutu kegiatan fisik di tubuh pemkab Sidoarjo, saya kira sudah diketahui para institusi penegak hukum khususnya bagian tindak pidana korupsi, dan kenapa mereka bungkam ?!, sedangkan tahun tahun kemarin, begitu ada retakan fisik pada proyek jalan mereka langsung datangkan tim ahli dan langsung denda dan pangkas anggaran, saya kira ada yang aneh pada mereka, dan terkait hal institusi penegak hukum tindak pidana korupsi di Kabupaten Sidoarjo ini sudah terbaca oleh masyarakat umum, bahkan Bupati Sidoarjo merangsang KPK untuk datang ke Sidoarjo.” tegas Yos.
Terkait beberpa penyimpangan kualitas mutu kegiatan fisik tersebut, awak media ini berkonfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Saluran Dan Air Pemkab Sidoarjo melalui selulernya, baik ke Dwi Eko selaku Kepala Dinas, ataupun Joko Kepala bagian bidang jalan dan jembatan, akan tetapi tak pernah di tanggapi, hingga diterbitkanya berita ini.
(dr)












