BANDUNG-Zonadinamikanews.com. Drs. Yudin Wahyudin, M.Pd., kepala sekolah SMAN 7 Bandung minggu 5/6 akhirnya memberikan kesempatan untuk media ini bertemu guna menindaklajuti atas dugaan korupsi dan pungutan liar yang mengorbankan sejumlah siswa peserta eskul.
Saat berbincang-bincang dengan media ini, Drs. Yudin Wahyudin, M.Pd., berusaha meredam akan pemberitaan media ini, agar mengenai dana BOS tidak usah di bahas lebih dalam.
“Soal dana BOS ga usa di bahas-bahas, kita bermitra saja, dan setiap bulan bisa ambil jatah ke sekolah” harap Drs. Yudin Wahyudin, M.Pd., dengan nada santai.
Selain dugaan pungli dan mark upa anggaran di sejumlah kegiatan sekolah, terungkap dugaan kegiatan fiktif akan alokasi dana BOS tahun 2023 yakni kegiatan penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan tahap satu Rp 78.155.100 dan tahap dua Rp 10.556.960, sebab sejumlah siswa mengaku tidak perna mendaptkan yang Namanya program penambahan gizi dari sekolah.
Pihak sekolah membabankan siswa peserta eskul untuk membayar honor pelatih eskul, yang seharusya pihak sekolah yang membayar dari dana BOS. Bahkan kegiatan eskul hingga sampau saat ini, siswa siswa memngaku masi tetap dikorbankan untuk membayar akan kebutuhan eskul.
“dari tahun 2023 sampai saat ini kami tidak perna mendapatkan tambahan gizi seperti pemberian vitamin atau makanan, bahkan kami saat eskul kerap di suruh membayar pelatih sebesar Rp.150.000, sehingga kami harus melakukan patungan sesama siswa, lalu kami berikan ke pelatih eskul, bahkan kami perna melaksanakan Eskul di sebuah villa, dan para siswa diwajibkan membayar peserta Rp.200.000 “ beber siswa.
Dugaan Pungutan lain, tahun ajaran 2024, SMAN 7 Bandung siswa mengaku masih dipungut uang pembangunan Rp.1.000.000 dengan dalih hasil rapat orang tua.
Selain dugaan pungutan liar yang terjadi di SMAN 7 Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat atas dugaan mark up anggaran di sejumlah kegiatan sekolah diduga terjadi, pada tahun 2024 sekolah ini mendapatakan kucuran dana ABPN dalam programm bantuan operasional sekolah (BOS) pada tahap satu Rp 867.560.000 untuk Jumlah Siswa Penerima 1058, yang di cairkan 18 Januari 2024, yang digunakan untuk biaya Penerimaan Peserta Didik baru Rp 18.350.000, Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca Rp 192.936.000, Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain Rp 97.314.000.
Pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain Rp 40.500.000, Pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Rp 174.436.460, Pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Rp 22.840.000, Pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 219.801.160, Penyediaan alat multimedia pembelajaran Rp 66.660.000. Total Dana Rp 832.837.620
Tahap dua Rp 867.560.000 Untuk Jumlah Siswa Penerima 1058,Tanggal Pencairan 09 Agustus 2024 untuk biaya kegiatan Penerimaan Peserta Didik baru Rp 39.823.000, Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca Rp 235.016.000, Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain Rp 212.450.000, Pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain Rp 44.450.000, Pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Rp 99.300.100, Pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Rp 10.150.000, Pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 227.093.280, Penyediaan alat multimedia pembelajaran Rp 34.000.000. Total Dana Rp 902.282.380.
Sebelumnya, melalui tim PPID Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi SMAN 7 Bandung Nia Kurnia.S.Pd.untuk menjawab akan surat konfirmasi yang di kirimkan oleh media ini, terkesan terlihat tidak mampu memberikan menjelaskan besaran anggaran serta kemana saja di alokasikan dana Biaya Operasional Pendidikan Daerah (BOPD), sebagai pendamping untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berikan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat tahun 2024, pihak sekolah hanya menjawab, bahwa dana tersebut sudah dipergunakan sesuai perundang undangan yang berlaku, tanpa benari menjelaskan secara rinci.
Bahkan pihak sekolah tidak berani menjelaskan akan besaran honor pelatih eskul, yang di keluarkan dari dana BOS, ada apa?
Bahkan Ketika media mempertanyakan akan kegiatan penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan dengan besaran anggaran tahap satu Rp 78.155.100 dan tahap dua Rp 10.556.960, tahun ajaran 2023, jenis vitamin atau makanan apa yang diberikan apda siswa untuk tambahan gizi, pihak sekolah lag-lagi tidak berani menjelaskan, dengan alasan pertanyaan kurang relevan. (tim)












