TAPTENG — Zonadinamikanews.com.Kasus dugaan penganiayaan terhadap salah satu siswa SMAN 1 Plus Matauli Pandan terus menjadi sorotan. Hingga kini, meski pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, pelaku belum juga ditetapkan. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Koordinator Daerah Sumatera Utara Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Amri Alwi Alfathsyah Tambunan.
“Kami mendesak pihak sekolah untuk segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar menunggu proses hukum. Sekolah harus transparan, berpihak kepada korban, dan memastikan sistem pengawasan berjalan efektif,” tegas Amri dalam keterangannya.
Menurut Amri, insiden penganiayaan ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, SMAN 1 Plus Matauli Pandan juga diterpa isu serius seperti dugaan pungutan liar dan kasus keracunan makanan gizi gratis yang menyebabkan puluhan siswa sakit pada April lalu.
“Pungli merusak kepercayaan orang tua, keracunan menunjukkan lemahnya kontrol terhadap kualitas makanan, dan kekerasan ini memperlihatkan bahwa pengawasan internal masih rapuh. Ini adalah rangkaian masalah yang menunjukkan perlunya pembenahan manajemen secara menyeluruh,” ungkapnya.
BEM SI Sumut menilai Dinas Pendidikan Sumatera Utara tidak boleh tinggal diam. Amri meminta dinas terkait segera melakukan investigasi total terhadap tata kelola sekolah, termasuk aspek disiplin, keuangan, dan layanan kesehatan siswa.
“Kami mendorong Dinas Pendidikan Sumut untuk terjun langsung. Jika ada pelanggaran, harus ada sanksi tegas. Jangan sampai citra sekolah lebih diutamakan daripada keselamatan dan hak-hak siswa,” katanya.
BEM SI Sumut mengajukan sejumlah solusi yang harus segera diterapkan, di antaranya:
1.Transparansi penuh terkait perkembangan kasus penganiayaan dan dukungan nyata terhadap proses hukum.
2.Peningkatan pengawasan di lingkungan sekolah dan asrama guna mencegah kekerasan terulang.
3.Audit keuangan internal untuk memastikan tidak ada pungutan liar yang memberatkan orang tua siswa.
4.Pembenahan manajemen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas intimidasi.
Amri menegaskan bahwa BEM SI Sumut akan terus mengawal perkembangan kasus ini sampai seluruh fakta terungkap dan para pelaku, baik langsung maupun tidak langsung, mendapatkan sanksi setimpal
“Jika tidak ada titik terang untuk kasus kasus ini, kami siap membawa isu ini ke tingkat provinsi bahkan nasional. Jangan salahkan kami jika nantinya BEM SI Sumut menggalang aksi besar-besaran di depan sekolah maupun kantor Dinas Pendidikan Sumut”. Pungkas Amri.(***)













