SIDOARJO-Zonadinamikanews.Saat sidak, Mimik menemukan kerusakan pada ulir pengatur pintu air Krembung—dua dari empat ulir dilaporkan hilang dan sudah rusak sejak empat tahun lalu. Pintu air ini krusial untuk pertanian dari Krembung sampai Jabon. Kalau macet dan tak bisa dibuka-tutup, irigasi bisa terganggu,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Prayit, mengatakan normalisasi Sungai Porong Kanal dikerjakan dari hilir ke hulu. Hingga kini, sekitar 7 km sudah ditangani, mulai dari wilayah Porong hingga mencapai Krembung.
“Mulai kemarin kami mengerjakan dari Kedungsolo Porong dan hari ini sudah sampai Krembung. Total sekitar 7 km,” ujarnya.
Prayit menargetkan seluruh pekerjaan normalisasi hingga wilayah Prambon dapat rampung dalam satu bulan. Dari total program, sekitar 9 km pengerjaan dilakukan secara swakelola oleh Satgas Air Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo.
“Ini pekerjaan rutin yang dilakukan secara swakelola oleh dinas,” imbuhnya.
Disisi lain, ada kegiatan yang di duga menyimpang atau fiktif, Pemeliharaan saluran pintu air irigasi se Kabupaten Sidoarjo (normalisasi saluran porong kanal Kecamatan Krembung), hal ini di sampaikan Yoscan pemerhati lingkungan antikorupsi, ” Temuan Wabup Sidoarjo ini menarik mas yang katanya 4 tahun belakangan tidak ada pemeliharaan hingga rusak, padahal tahun kemarin ada kegiatan Pemeliharaan saluran pintu air irigasi se Kabupaten Sidoarjo (normalisasi saluran porong kanal Kecamatan Krembung), dengan nilai Rp 200jutaan, tahun anggaran 2025, dilaksanakan oleh CV Mahendra Tama Raya, apakah ini fiktif atau tidak dilaksanakan, hal ini sangat mencurigakan dan patut di perdalan.” Tegasnya.
Terkait hal ini, awak media ini berkonfirmasi kepada yang membidangi Prayit selaku Kabid Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, lewat selulernya, akan tetapi tidak memberi tanggapan, hingga berita ini di turunkan.
(dr)












