SIDOARJO-Zonadinamikanews.Bupati Subandi soroti dan menegaskan Pemkab tidak akan segan mengambil tindakan tegas, termasuk pemutusan kontrak, apabila ditemukan kontraktor yang bekerja asal-asalan atau tidak mematuhi target.
“Saya tegaskan, tidak boleh ada kontraktor nakal. Kalau ada yang mengerjakan proyek tidak sesuai kualitas atau molor dari jadwal tanpa alasan jelas, ya kita putus kontraknya. Ini proyek strategis untuk warga, tidak boleh main-main,” tegas Bupati Subandi dalam keterangan yang diterima, Jumat (28/11/2025).
Dalam keterangan, pembangunan rumah pompa dan bendungan di Kedungpeluk ditargetkan selesai pada 26 Desember 2025.
“Semua pembangunan akan dievaluasi, dari kualitas pekerjaan hingga ketepatan waktu. Kita ingin pembangunan tahun depan benar-benar lebih baik, lebih cepat, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Yoscan pemerhati lingkungan antikorupsi, sebagai penganalisan perkembangan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo, menjelaskan,” Bagaimana proyek proyek di Kabupaten Sidoarjo ini tidak terlambat, sedangkan pemenang tender yang rata rata berdera (compeny profile) pinjaman, dan dimenangkan segilintir kontaktor itu itu saja, sedangkan mereka memiliki keterbatasan tenaga ahli, dan tenaga lannya, dan juga jasa konsultan pengawas kerjanya apa saja selama ini ?!.” ungkapnya.
Masih Yoscan,” Dan kegiatan rumah pompa ini hanya sebatas contoh keterlambatan, belum lagi tentang kualitas mutu yang menjamin usia hasil projek sesuai target ?!, karena selama ini tidak ada ketegasan ataupun sangsi dari dinas meski ada fakta penyimpangan dalam kegiatan, yang terindikasi merugikan negar, dalam kemasan berita dari teman teman wartawan media baik cetak ataupun online, dengan berjalanya waktu kita amati, apakah benar ditahun 2025 ini ada bendera compeny profile kontraktor putus kontrak dan masuk daftar hitam?!.” Tegas Yosxan.
(dr)













