MANDAILING NATAL ~ Zonadinamikanews.Dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal kembali menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul laporan intimidasi terhadap jurnalis.
Dalam sepekan terakhir, isu ini berkembang luas di masyarakat. Sejumlah media online menyoroti dugaan adanya peran oknum aparat dalam pengamanan aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.
Sejumlah jurnalis yang melakukan penelusuran ke lokasi tambang mengaku menemukan informasi mengenai sosok yang diduga terlibat. Nama A. Lubis disebut sebagai pihak yang diduga memiliki peran dalam aktivitas tersebut.
Upaya konfirmasi dilakukan oleh salah seorang jurnalis melalui sambungan telepon ke nomor yang beredar. Namun, respons yang diterima justru dinilai bernada intimidatif dan tidak pantas.
“Sudah keras tulangmu, bro?” ujar oknum yang diduga prajurit tersebut, sebagaimana disampaikan Nasution, jurnalis yang turut mendengar percakapan, Senin (20/04/2026).
Peristiwa ini kemudian mendapat tanggapan dari aktivis mahasiswa Sumatera Utara, Muhammad Amarullah. Ia menilai respons tersebut tidak mencerminkan sikap profesional dan berpotensi menghambat kerja jurnalistik.
Menurutnya, konfirmasi merupakan bagian penting dalam proses peliputan yang sah dan dilindungi undang-undang. Ia menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik secara berimbang.
“Sebagai insan pers, melakukan konfirmasi adalah kewajiban profesional. Sangat disayangkan jika ada oknum aparat yang merespons dengan bahasa yang tidak pantas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa institusi TNI memiliki semboyan “Bersama Rakyat TNI Kuat”, yang seharusnya tercermin dalam sikap humanis dan terbuka terhadap masyarakat, termasuk jurnalis.
Sejumlah jurnalis dan aktivis kini mendesak pimpinan Kodam I/Bukit Barisan untuk segera melakukan klarifikasi dan investigasi internal. Jika dugaan tersebut terbukti, mereka meminta adanya penegakan hukum secara tegas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam PETI maupun terkait dugaan intimidasi verbal terhadap jurnalis.(tim)













