SIBOLGA-Zonadinamikanews.Pendistribusian Wadah Air dan Edukasi PHBS, YEU Bantu Warga Terdampak Banjir di Tapanuli Tengah
Program bantuan kemanusiaan kembali dilakukan oleh YAKKUM Emergency Unit melalui kegiatan distribusi wadah penyimpanan air serta alat kebersihan rumah tangga bagi masyarakat terdampak bencana. Kegiatan ini juga disertai sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan pascabencana.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Sibolga dan sejumlah desa di Kabupaten Tapanuli Tengah ini dilaksanakan pada 2–9 Maret 2026. Program tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan terhadap dampak banjir bandang dan tanah longsor yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Bencana tersebut dipicu oleh meningkatnya intensitas curah hujan akibat fenomena Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di kawasan Selat Malaka pada November 2025 lalu. Akibatnya, banyak masyarakat mengalami kesulitan dalam memperoleh akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak.
Melalui program pemulihan kondisi dasar masyarakat terdampak bencana, YEU berupaya memberikan dukungan nyata bagi warga dengan mendistribusikan wadah penyimpanan air, alat kebersihan rumah tangga, serta dukungan fasilitas lain yang dapat membantu kebutuhan dasar masyarakat.
Program ini juga mendapat dukungan dari lembaga kemanusiaan internasional Tearfund Netherlands yang turut berkontribusi dalam membantu proses distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera Utara.
Adapun desa yang menjadi lokasi pendampingan dalam program ini meliputi Desa Pagaran Honas, Desa Jago-jago, Desa Aek Horsik, Desa Lubuk Ampolu, dan Desa Kebun Pisang. Di lima desa tersebut, masyarakat menerima bantuan serta mengikuti kegiatan edukasi terkait pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Selain pendistribusian bantuan, YEU juga bekerja sama dengan instansi kesehatan setempat dengan melibatkan tenaga promosi kesehatan dari Puskesmas Hutabalang untuk memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai penerapan PHBS kepada masyarakat sebelum kegiatan distribusi bantuan dilakukan.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari di berbagai lokasi yang telah ditentukan di masing-masing desa. Masyarakat setempat terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena selain mendapatkan bantuan, mereka juga memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan sanitasi.
Dalam pelaksanaan program, YEU juga memastikan kelompok masyarakat rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan kepala keluarga, serta penyandang disabilitas mendapatkan prioritas dalam proses penyaluran bantuan. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat di lima desa dampingan dapat lebih mudah mengakses air bersih melalui wadah penyimpanan air yang telah diberikan serta mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada masa pemulihan pascabencana.(cijes)













