SIDOARJO-Zonadinamikanews.Peningkatan Jalan Kedungturi – Kedungturi (Ruas Wage – Kedungturi), dengan nilai Rp 6.177.776.412,23 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2026. 2.101/SP-JJ/PUBMSDA/2026 (tanggal kontrak 21 Juli 2026). Dan di awasi jasa konsultan pengawas PT Mitra Cipta Enggineering ini jelas jelas sangat terlambat, dan jadi keluhan warga setempat.
Terhitung sejak 21 Juli hingga saat ini tanggal 19 Oktober, peningkatan jalan Kedungturi – Kedungturi belum mencapai 50%, selain terlambat, banyak pasangan Uditch secara asal, tidak sesuai kontrak dan teknis, lebih meresahkan lagi, proyek yang di tenderkan Pemkab Sidoarjo ini, menjadikan gangguan sesak nafas, di karenakan tidak ada penyiraman, sehingga menjadi pemicu hujan debu di sepanjang kegiatan.
Sutono (43), yang nengaku tinggal di perumahan di jalan Gajah Mada, Kedungturi mengeluhkan,” Proyek jalan ini tidak ada penyiraman atau pembasahan jalan, sehingga debu debu berterbangan, hingga mengotori jemuran cucian pakaian warga.” keluhnya.
Senada dengan Iwan warga yang tinggal di dekat sekolah SDN Kedungturi,” Debunya berterbangan mas, kasihan anak anak sekolah, begitu ada kendaraan yang debunya langsung ambyar berterbangan, proyek jalan ini di jamin molor mas, nilai anggaran Milyaran, tapi tiap harinya tenaga kerja yang di turunkan cuman 4-5 orang, saya harap pejabat daerah, khususnya Bupati, memberi peringatan keras kepada kontraktornya, in uang negara, bukan untuk proyek asal asalan.” Terangnya.
(dr)























