TAPUT-Zonadinamikanews.Hari kedua pencarian korban diduga tenggelam di Sungai Aek Batang Toru belum membuahkan hasil. Hingga Selasa (26/5/2026), tim pencarian bersama masyarakat masih terus berupaya menemukan Abdul Hatoran Sihombing atau ABS (52), warga Lumban Toruan Dusun III Barbaran, yang hilang saat memancing di kawasan Batu Hopit, Dusun Batu Hopit, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.
Suasana haru dan duka masih menyelimuti lokasi pencarian. Berbagai upaya dilakukan warga demi menemukan korban, termasuk pelaksanaan ritual adat pencarian yang dipimpin seorang tokoh spiritual di sekitar lokasi kejadian, tepat di aliran Sungai Aek Batang Toru. Kegiatan tersebut turut disaksikan masyarakat setempat yang secara sukarela membantu proses pencarian.
Sejumlah warga dan perangkat desa terlihat ikut terjun langsung dalam pencarian korban, di antaranya perangkat desa Jhonny Hutapea bersama warga Ego Hutapea, Sanggam Hutapea, dan Eden Hutapea. Mereka bersama masyarakat lainnya terus menyisir area sungai yang dikenal memiliki arus deras dan medan berbahaya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Minggu (24/5/2026). Korban Abdul Hatoran Sihombing bersama rekannya, Luhut Pasaribu, pergi memancing ke Sungai Aek Batang Toru sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah berjalan kaki kurang lebih satu jam menuju lokasi, keduanya sempat beristirahat di sebuah gubuk di tepi sungai sambil menikmati kopi.
Sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya mulai memancing di lokasi berbeda dengan jarak sekitar 15 meter. Namun sekitar pukul 13.00 WIB, Luhut Pasaribu mulai merasa curiga karena korban tidak lagi terlihat di tempat semula.
Saat mencoba mencari keberadaan korban, saksi sempat melihat kepala korban muncul di tengah derasnya arus sungai. Namun kondisi sungai yang dalam serta arus yang sangat kuat membuat saksi tidak mampu memberikan pertolongan.
Media ZonaDinamikaNews yang turun langsung ke lokasi kejadian turut mewawancarai sejumlah warga setempat. Salah satu perangkat desa, Jhonny Hutapea, menyampaikan bahwa masyarakat hingga kini masih terus berharap korban segera ditemukan agar dapat dibawa kembali ke pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, khususnya di wilayah yang memiliki arus deras dan kondisi alam yang berisiko tinggi.
(Korwil ZonaDinamikaNews Tapanuli Raya: Tanding Lumbantoruan)












