PADANG PARIAMAN-Zonadinamikanews. Kepala sekolah enggan memberikan penjelasan terkait alokasi dana BOS yang di kelolanya di SMAN 1 Enam Lingkung Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat, dengan menjawab ” Silahkan bapa datang ke sekolah” jawabnya singkat melalui pesan singkat dari aplikasi WhatsApp.
Alokasi dana BOS tahun ajaran 2025 disinyalir kuat terjadi penggelembungan anggaran di sejumlah kegiatan sekolah, seperti pada kegiatan eskul, dimana pihak sekolah disebut-sebut melibatkan Kaka kelas siswa untuk pelatihan eskul, namun honor pelatih entah kemana, karena para siswa yang di jadikan pelatih eskul tidak perna menerimanya, lalu kemana honor yang wajib di keluarkan dari dana BOS tersebut? Indikasi rekayasa pembayaran honor pun sangat rawan terjadi.
Sama halnya dalam pengadaan pengembangan perpustakaan yang telah melebihi 10 % dari juknis, serta anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang dinilai tidak sebanding dengan besaran anggaran dengan fisik perbaikan Sapras sekolah.
Indikasi kuat terjadinya penggelembungan anggaran di sejumlah kegiatan sekolah yang didanai oleh BOS tersebut mendapat tanggapan dari salah seorang mantan kepala sekolah, pada media ini mengatakan, modus yang kerap di lakukan oknum kepsek dalam melancarkan dugaan korupsi dana BOS, selain dugaan Mark up, juga rawanya pembelanjaan fiktif, pihak sekolah sengaja tidak memasang informasi penggunaan dana BOS di sekolah, yang seharusnya di pasang sesuai dengan tuntutan undang undang keterbukaan informasi publik, tidak melibatkan komite sekolah dalam penggunaan dana BOS, di sekolah hanya kepsek, operator dan bendahara yang mengetahui pengalokasian dana BOS guru lainya atau siswa tidak tahu, karena tidak ada papan informasi di sekolah.
Jadi bohong besar bila oknum kepsek tidak bermain angka dalam pengalokasian dana BOS dan tidak ada mulus atau bersih saya jamin 100% , bila ada oknum kepsek mengaku tidak bermain, manusia munafik itu, tegas mantan kepsek yang meminta jati dirinya di rahasiakan.
Berikut data alokasi dana BOS SMAN 1 Enam Lingkung Padang Pariaman yang diduga tidak terlepas dari dugaan penggelembungan anggaran, Tahap satu Rp 675.000.000 , Jumlah Siswa Penerima 900, Tanggal Pencairan 22 Januari 2025 untuk biaya kegiatan penerimaan Peserta Didik baru Rp 7.564.200, pengembangan perpustakaan
Rp 259.170.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 101.422.200, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 16.664.900, administrasi kegiatan sekolah Rp 46.739.800, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 14.595.000, langganan daya dan jasa
Rp 27.515.873, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 107.405.928, pembayaran honor Rp 30.420.000.Total Dana Rp 611.497.901
Tahap dua Rp 675.000.000, Tanggal Pencairan 27 Agustus 2025, penerimaan Peserta Didik baru Rp 16.030.000,pengembangan perpustakaan Rp 132.089.300, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 51.437.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 62.460.200, administrasi kegiatan sekolah
Rp 111.491.900, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 36.485.000, langganan daya dan jasa
Rp 35.725.410
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 186.963.289, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 75.400.000,pembayaran honor Rp 30.420.000. Total Dana Rp 738.502.099. (z)













