PADANG PARIAMAN-Zonadinamikanews. Tahun kelulusan para siswa kerap di hantui atau di bebani biaya oleh pihak sekolah dengan dalih yang macam-macam, bahkan di jadikan sebagai kewajiban tanpa ampun.
Kini muncul pengakuan sejumlah orang tua siswa dan orang tua murid dari SDN 06 Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman harus membayar uang perpisahan sebesar Rp.150.000/siswa pembayaran tersebut di duga keras di bawah tekanan oknum kepala sekolah.
Ancaman yang di dapatkan sejumlah siswa, ikut atau tidak ikut wajib bayar.
Menurut pengakuan sejumlah siswa dan orang tua murid SDN 06 Lubuk Alung, pihak sekolah akan menggelar acara perpisahan dengan menyelenggarakan wisata atau jalan-jalan dari Padang Pariaman ke Bukit Tinggi dengan menyewa bis.
Setiap siswa di wajibkan bayar Rp.150.000/siswa tanpa terkecuali, baik yang tidak ikut wajib bayar, artinya pihak sekolah memaksa harus bayar, kepsek SDN 06 Lubuk Alung di anggap diktator.
Dengan adanya tindakan paksaan, patut diduga oknum kepsek punya kepentingan tersendiri demi mencari keuntungan dari acara perpisahan tersebut.
“Kalau tidak ada kepentingan, kenapa harus memaksa? Juga apa urgensinya jalan-jalan apalagi masih anak kecil atau belum saatnya di lepas orang tua, karena masih anak-anak belum bisa menjaga dirinya sendiri, kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, belum tentu kepala sekolah bertanggungjawab dan yang rugi tetap orang tua murid” kata orang tua murid pada media ini.
Secara umum, sekolah dilarang melakukan pungutan biaya yang membebani orang tua dan dilarang menyelenggarakan acara di luar kota untuk mencegah risiko kecelakaan atau pemborosan.
Sementara pemerintah pun menyarankan atau sekolah dilarang menarik biaya, iuran, atau pungutan wajib dari orang tua siswa untuk mendanai acara perpisahan.
Tapi kenapa kepala sekolah SDN 06 Lubuk Alung ngotot harus bahkan wajib bayar walaupun anak tidak ikut, ini kan aneh bangat.ujar orang tua murid.
Seraya meminta dinas pendidikan Padang Pariaman menindak tegas kepala sekolah SDN 06 Lubuk Alung agar tidak bertindak seenak perutnya.
Ketiga media melakukan konfirmasi via telepon Ellisukaisih enggan memberikan penjelasan. (Feri)











