MADINA-Zonadinamikanews. Aksi para mafia penggali biji besi semakin menggegerkan publik, menyusul santernya ada nyawa manusi yang melayang, yang diduga jadi tumbal.
Menurut keterangan dari salah seorang warga kecamatan Batang Natal yang Namanya tidak mau dipublikasikan di media bahwa telah terjadi longsor di lokasi PETI Aek Guo pada Sabtu 4 juli 2026 kemarin tepatnya kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara,yang diduga telah menelan korban jiwa sebanyak 11 orang dan dua orang diantaranya diduga telah meninggal dunia
Peristiwa ini terjadi diduga akibat tertimpa material longsoran dari galian Pertamanga Emas Tanpa Ijin PETI di daerah tersebut namun hingga berita ini di tayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah dan juga Aparat Penegak Hukum setempat
Namun Tim Media ini akan terus berupaya mencari dan mengumpulkan informasi terkait dugaan peristiwa korban longsor PETI yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal ini
Dan bukan hanya itu menurut informasi dari inisial “N dan A” bahwa masih ada lokasi PETI tepatnya di Padang Silojongan kecamatan Ranto Baek dan juga Lokasi PETI Simpang Koje kecamatan Lingga Bayu diduga juga telah menelan korban jiwa beberapa minggu terakhir ini namun nampaknya pihak Aparat Penegak Hukum Mandailing Natal sampai saat ini belum mengusut kasus dugaan korban PETI di kedua lokasi tersebut
Kita meminta kepada Kapolres Mandailing Natal, Bapak Bagus Priyandi segera mengusut tuntas para mafia tambang dilokasi yang telah merenggut nyawa masyarakat di lokasi PETI Padang Silojongan dan lokasi PETI Simpang Koje serta dilokasi PETI Aek Guo tersebut agar para mafia PETI ini dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah merugikan Negara maupun Masyarakat Mandailing Natal ini. (Mhs











