TOBA —Zonadinamikanews. Kondisi aset alat berat milik Pemerintah Kabupaten Toba di Workshop Lambou, Desa Sibarani Nasampulu, sungguh memprihatinkan sekaligus memunculkan kecurigaan mendalam. Dari 8 unit Excavator Caterpillar yang tercatat, 6 unit baru saja kembali ke lokasi pada Selasa (6/10/2026), sementara 2 unit lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Pantauan langsung awak media di lapangan memperlihatkan kenyataan yang memilukan:
– 1 unit Backhoe Loader terlihat beroperasi di Desa Patane IV, lokasi proyek pembangunan Aek Mandosi yang dikerjakan CV. Parripang Laut Jaya Mandiri
– Sehari sebelumnya, 1 unit Grader Hidromax terlihat bekerja di proyek peningkatan jalan Soposurung–Hinalang, kawasan Wisata Puncak Sibodiala
– Di workshop: Mesin Gilas Bukaka, Asphalt Sprayer, Portable Air Compressor, dan satu unit Backhoe Loader lainnya terdiam, berkarat, dan tidak terawat sama sekali
– Komponen alat berat ditumpuk di atas truk Strada Triton yang sudah rusak parah
– Seluruh area dan gedung workshop berantakan, sepi, seolah tak ada yang mengurus
Melihat kenyataan ini, Harris Lumban Toruan, Ketua DPC LSM PAKAR TOBA, menyampaikan desakan tegas:
“Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Bupati Toba dan Ketua DPRD harus turun langsung ke Workshop Lambou, melihat kenyataan ini dengan mata kepala sendiri.”
“Alat-alat berat yang seharusnya dirawat dan dimanfaatkan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah, justru dibiarkan terdiam, berkarat, hingga keropos. Bukan hanya alatnya — gedung kantor pun terabaikan, tidak diurus, tidak dijaga. Ke mana perginya pengelolaan? Di mana tanggung jawab?”
“Ke mana 2 Excavator itu? Mengapa alat yang tersisa dibiarkan hancur? Kalau tidak sanggup mengurus, jangan biarkan aset rakyat lenyap dan rusak begitu saja!” tegasnya.
Fakta bahwa 2 unit Excavator masih hilang tanpa kabar, sementara alat lainnya tersebar di lokasi proyek kontraktor atau dibiarkan rusak berkarat, semakin mempertegas lemahnya pengawasan dan pengelolaan aset daerah.
Masyarakat menuntut jawaban tegas:
– Di mana keberadaan 2 unit Excavator Caterpillar yang belum kembali?
-Bagaimana aturan penggunaan alat berat yang ditempatkan di lokasi proyek kontraktor?
-Kapan pimpinan daerah turun langsung meninjau Workshop Lambou?
-Siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan dan kelalaian pengelolaan ini?
Uang rakyat tidak boleh menguap begitu saja — baik yang hilang tanpa jejak, maupun yang berkarat tak terawat. Aset ini milik seluruh masyarakat Toba, bukan milik perorangan. Jika tidak mampu menjaga, jika tidak mampu mengawasi — maka pertanggungjawaban harus dipertaruhkan.”Ujar Harris.(JP)























