KOTA PADANG-Zonadinamikanews.Sejumlah tokoh masyarakat di sekitar hotel De Laguna Almero berharap pemerinatahan kota Padang agar melakukan sidak kepada hotel kategoti kelas melati yang berada di sekitar pantai tersebut.
Selain di diduga terpokus untuk lokasi praktek prostitusi tersebut, juga di duga keras tempat transaksi narkoba.Namun sangat di sayangkan, selama ini tidak perna di tinjau atau di sidak pihak terkait. Dan patut diduga ada oknum-oknum dari pemerintahan kerap dapat setoran sebagai tutup mulut atas dugaan praktek prostitusi di dalam hotel tersebut.
Dugaan bahwa hotel tersebut kerap jadi spesial untuk tempat prostitusi semakin terbuka menyusul atas pengakuan pengelolah, bahwa masih banyak hotel yang kerap jadi tempat esek-esek.
“Banyak hotel yang lain di padang jangan menyerang secara individu ,di daerah pandok banyak hotel kemarin ini kena razia kalau berani hotel bintang urus, Nama anda lengkap dan ada hal yangg bisa saya sampaikan atau ada permintaan ke ibuknya tulis disini, Saya besok rencana mau ke Mako satpol kalau ada waktu kita bisa ketemu” Jawab Pengelolah yang juga mengaku sebagai wartawan melalui pesan singkat WhastApp.
Dugaan mulut oknum Satpol PP tersumbat uang haram dari oknum pengelolah hotel, seakan membuat Satpol PP tidak berkutik, hal itu semakin keras dugaan menyusul kasatPol PP kota Padang Pariaman bungkam saat di mintai tanggapan akan pemberitaan media saat di kirimkan link berita terkait hotel tersebut.
Sebagai mana di beritakan sebelumnya, Hotel yang berlokasi di Muara Anai Pantai Jambak ini di sebut sudah berdiri sejak tahun 2000 dan memasang tarip Rp.200.000 sekali nginap, dan setiap pasangan lain jenis yang nginap, pihak hotel di sebut tidak pernah menanyakan akan status pemesan identitas penyewa.
Ironisnya, hotel kelas melati ini tidak perna di razia oleh pihak keamanan baik dari kepolisian maupun Satpol PP, sehingga kegiatan di hotel yang diduga rentan praktek Prostitusi ini berjalan aman tentram.
“Nginap di tempatnya bayar Rp 200 ribu,dan rata-rata yang memesan kamar selalu berpasang pasangan atau lain jenis, diduga pemesan kamar hanya ingin memuaskan hasrat birahi, selain diduga keras jadi tempat prostitusi, diduga juga jadi tempat barang haram seperti narkoba, tapi aneh kami sebagai warga di sini tidak pernah ada razia dari polisi maupun Satpol PP, kami menduga pengelola hotel bermain cantik dengan oknum aparat atau mungkin ada setoran sebagai tutup mulut untuk oknum aparat” terang warga sekitar.
Hotel De Laguna Almero yang berjarak sekitar 10 KM dari keramaian kota ini diduga tidak memiliki perizinan lenkap, layaknya hotel bahkan kontribusi pada pemerintaha kota padang pun tidak ada.
Ketika media ini mencoba berbincang bincang dengan salah seorang di dalam hotel mengaku asal jakarta dan juga sebagai pemilik.
Sebagai pemilik Hotel yang berlokasi di Muara Anai Pantai Jambak juga disebutkan mengakui tidak mengetahui detail data penyewa kamar. Pengelola hotel juga tidak mewajibkan penyewa meninggalkan KTP di front office, dan memasang tarif kamar dari Rp.200.000 sekali ngamar.
Masyarakat sekitar dan juga sejumlah tokoh agama meminta pihak penegak hukum untuk melakukan sidak ke dalam hotel yang diduga tempat transaksi narkoba dan prostitusi tersebut, sebab keberadaan tempat penginapan tersebut, selain menyediakan esek-esek juga berpotensi merusak mental masyarakat.
“Kami sebagai masyarakat berharap agar pemerintah tangan tutup mata, tolong di razia hotel tersebut, berikan saksi yang pantas bagi penyewa dan pengelola, karena setiap tamu yang datang kami duga keras bukan pasangan suami istri, tapi kami duga adalah pasangan selingkuhan dan para pelaku narkoba.(tim)










