TAPUT–Zonadinamikanews.Kecamatan Sipoholon tampil gemilang sebagai wajah baru pelayanan publik di Kabupaten Tapanuli Utara. Dengan capaian program kesehatan mencapai 98,3 persen dan pelaksanaan Monitoring Percontohan Pelaksana 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Tahun 2026 yang sukses digelar, Sipoholon tidak hanya siap bersaing di tingkat provinsi, tetapi juga menegaskan diri sebagai model pembangunan berbasis kesehatan dan pemberdayaan perempuan.
Pada Selasa, 2 Juni 2026, bertempat di UPT Puskesmas Situmeang Habinsaran, Kecamatan Sipoholon menjadi tuan rumah kegiatan Monitoring Percontohan Pelaksana 10 Program Pokok PKK yang Diperlombakan Tingkat Provinsi Tahun 2026, dengan fokus pada pelaksanaan IVA Test.
Kegiatan ini dimonitor langsung oleh Tim Monitoring dari Provinsi Sumatera Utara, yakni Ibu Sri Wahyuni Ramadani, Ibu Nurhayati, dan Bapak Syukur. Kehadiran tim provinsi menjadi bukti bahwa Sipoholon diperhitungkan sebagai kecamatan yang mampu menjalankan program PKK secara terstruktur dan berdampak.
Monitoring berjalan dengan baik dan dihadiri unsur lengkap dari tingkat kabupaten hingga masyarakat. Mewakili Bupati Tapanuli Utara, hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bapak Satya Dharma Nababan. Turut hadir Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Kepala OPD dan perwakilannya, perwakilan PT Bank Sumut Cabang Tarutung, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tapanuli Utara, Forkopimca Sipoholon, Ketua Persit Ranting 22 Tarutung, Ketua Bhayangkari Ranting Sipoholon, Kepala UPT se-Kecamatan Sipoholon, PLKB, Lurah dan Kepala Desa, TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan, Duta IVA, Kader IVA, Organisasi BORA, IPSM, Tokoh Masyarakat, perwakilan WUS yang telah dan akan menjalani IVA Test, perwakilan lembaga kemasyarakatan, Karang Taruna, serta unsur masyarakat lainnya.
Kehadiran seluas ini menegaskan bahwa keberhasilan program di Sipoholon adalah hasil kerja kolektif lintas sektor.
Di balik capaian akumulasi 98,3 persen dari aplikasi CKG, ASIK, dan PINTUTA per 2 Juni 2026, dua unit layanan kesehatan menjadi motor utama.
UPT Puskesmas Sitadatada, dipimpin Rosianna Meylin Togatorop,S.Keb., M.K.M., mencatat capaian 99,7 persen untuk program CKG, IVA Test, Pintuta, dan ASIK. Strategi edukasi door to door, skrining aktif, dan pendampingan kader membuat layanan semakin dekat dengan masyarakat, khususnya dalam deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test.
UPT Puskesmas Situmeang Habinsaran, di bawah kepemimpinan dr. Davit Simanjuntak Situmeang, juga menunjukkan performa solid dengan capaian 97 persen pada indikator CKG dan ASIK melalui aplikasi Kementerian Kesehatan, serta dukungan penuh terhadap Program Pintuta Kabupaten Tapanuli Utara. Kolaborasi tenaga kesehatan, bidan desa, dan kader PKK memperluas jangkauan layanan hingga ke dusun-dusun.
Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Satya Dharma Nababan menegaskan bahwa status desa percontohan harus dibuktikan dengan kerja nyata dan keberlanjutan.
“Berbagai inovasi yang telah dirancang harus diwujudkan dalam aksi nyata sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan agar gerakan hidup sehat dan pelaksanaan IVA Test terus menjadi budaya di tengah masyarakat, tidak hanya selama proses penilaian dan monitoring berlangsung.
Pemerintah Kecamatan Sipoholon menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan IVA Test di wilayahnya. Dukungan dari kader, Duta IVA, bidan desa, hingga tokoh masyarakat dinilai menjadi kunci meningkatnya kesadaran dan partisipasi warga.
Dengan semangat “Sehat adalah tujuan kita, juara adalah bonusnya”, Kecamatan Sipoholon memosisikan IVA Test sebagai langkah preventif penting dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan. Perempuan sehat diyakini menjadi fondasi keluarga kuat, yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan sosial dan kemajuan masyarakat.
Keberhasilan Sipoholon dalam meraih capaian hampir sempurna dan menyelenggarakan monitoring tingkat provinsi dengan tertib semakin memperkuat citra kecamatan sebagai pelaksana program PKK yang konsisten, kolaboratif, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
(Hendra Christian Siregar)












