TAPANULI TENGAH-Zonadinamikanews.com. Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) melaksanakan kegiatan Akselerasi Peningkatan Capaian Imunisasi di Kabupaten Tapteng, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tapteng Kamis, (20/11/2025).
Kegiatan ini merupakan Akselerasi dalam pencapaian program imunisasi adalah upaya mempercepat cakupan imunisasi dengan berbagai strategi, seperti imunisasi kejar (mengejar anak yang terlewat vaksinasi), edukasi langsung kepada masyarakat memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi (seperti aplikasi ASIK) untuk melaporkan capaian secara akurat,
juga untuk menurunkan angka zero dose (anak yang belum pernah diimunisasi) dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari jadwal vaksinasi.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk tercapainya target Imunisasi sesuai dengan Indikator Program Nasional di Kabupaten Tapteng, secara khusus mewujudkan Masyarakat Kabupaten Tapteng yang terlindungi dari berbagai penyakit yang berbahaya atau beresiko menyebabkan kecacatan dan kematian.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah Lisnawati Panjaitan, SKep.Ns., MKes, AKK. menyampaikan, berdasarkan hasil Supervisi yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah di 25 Puskesmas masih terdapat beberapa Indikator pelaksanaan program Imunisasi yang belum berjalan secara optimal.
Adapun yang menjadi penilaian dalam kegiatan Supervisi tersebut adalah terkait dengan pencapaian Imunisasi yang terdiri dari 5 Indikator yaitu, Capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), Capaian Imunisasi Baduta Lengkap (IBL), Capaian Antigen Baru (PCV 2,RV 3, IVP 2), Td + WUS Hamil, serta kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari) yang baru dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober sampai dengan 1 November 2025.
“Oleh karena itu, masih dibutuhkan kegiatan Pengentrian aplikasi Asik untuk akselerasi peningkatan capaian Imunisasi sesuai Indikator yang ditentukan. Sebagai capaian angka Zero Dose (anak yang belum mendapatkan Imunisasi DPT-HB-Hib1) dalam pelaksanaan Imunisasi masih tinggi, sebanyak 3.239 orang pada tahun 2024. Saya menekankan agar angka Zero Dose bisa turun untuk tahun ini,” kata Plt. Kadis Kesehatan Tapteng.
Lanjut Plt. Kadis Kesehatan Tapteng, apabila pelayanan yang dilakukan tidak dimasukkan ke Aplikasi Asik yang tersedia maka hasil kerja keras tersebut tidak akan terlaporkan ke Kemenkes. Oleh karena itu, saya berharap agar seluruh petugas yang terlibat dalam pelayanan Imunisasi yang ada di Puskesmas baik pengelola dan pelaksana, seperti Bidan Desa atau Penanggung Jawab (Penjab) Desa wajib menginput hasil pelayanan Imunisasi ke Aplikasi Asik.
Plt. Kadis Kesehatan Tapteng juga menjelaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan pesan ini dapat dipahami masyarakat dan mendukung suksesnya Program Nasional Imunisasi di Tapteng.
Plt.Dinas Kesehatan menjelaskan , Imunisasi sangat penting karena membangun sistem kekebalan tubuh untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti campak, polio, difteri, dan hepatitis B. Dengan memberikan imunisasi, tubuh akan membentuk antibodi spesifik untuk melawan patogen penyebab penyakit, sehingga risiko sakit parah atau kematian dapat diminimalkan. Ini adalah upaya kesehatan global yang telah menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun, seperti yang dilansir oleh World Health Organization (WHO).
“Semoga apa yang kita laksanakan hari memberikan kemanfaatan untuk menjaga anak-anak Indonesia terutama anak-anak Tapteng dari penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kabid P2P Dinkes Tapteng Murni Ariani Harefa, SKM.MKM, Petugas Program imunisasi Dinkes Tapteng Alfansuri Idris Batubara. Sekretaris Dinkes Tapteng Nurlailan Batubara,S.Kep. M.Kep, jajaran Dinkes Tapteng termasuk seluruh Kordinator Imunisasi Puskesmas yang ada di Tapteng beserta Petugas Entry Aplikasi Sehat Indonesia Ku (ASIK).
Dengan adanya Kegiatan ini, nantinya akan dirangkai dengan pengentrian laporan ke aplikasi ASIK dan pemberian Sertifikat kepada Puskesmas yang telah berprogres mencapai target sesuai dengan Indikator Kinerja Program Imunisasi Nasional.
( N.Purba )












