TOBA —Zonadinamikanews. Penyaluran sebanyak 2,2 ton benih bawang merah varietas Batu Ijo bersumber dari APBD Tahun 2026 kepada 14 kelompok tani yang tersebar di tujuh kecamatan Kabupaten Toba menuai pertanyaan serius dari awak media.
Berdasarkan pemantauan di lokasi penyaluran, ketika tim media berupaya memverifikasi keaslian benih melalui barcode yang tertera pada kemasan, kode tersebut tidak dapat diakses.
Di lokasi tersebut, Frahman L. Gultom, S.P., Kepala UPT Sertifikasi Benih Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, menyampaikan keterangan bahwa aplikasi pusat tidak dapat dibuka akibat serangan siber yang dikaitkan dengan judi online.
Keterangan tersebut turut dibenarkan oleh Pemimpin Siambaton, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Toba, setelah Kepala Dinas Pertanian Lena Pardede memanggil kedua petugas tersebut saat muncul pertanyaan terkait barcode.
Namun alasan yang disampaikan tersebut dinilai kurang meyakinkan oleh kalangan masyarakat dan pelaku pertanian.
Sebab hingga saat ini belum ada surat resmi dari Kementerian Pertanian RI maupun Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menyatakan secara tegas bahwa sistem verifikasi barcode benih terganggu akibat judi online.
Masyarakat berpendapat bahwa gangguan sistem seharusnya dijelaskan melalui alasan teknis yang terukur dan disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kekhawatiran semakin bertambah karena sebelumnya telah muncul laporan bahwa sejumlah Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) belum menerima data lengkap mengenai mekanisme penyaluran benih. Selain itu, belum terkonfirmasi secara terbuka apakah verifikasi luas lahan kelompok tani telah dilakukan secara utuh, serta apakah benih yang dibagikan benar‑benar memiliki sertifikasi sah yang sesuai dengan anggaran APBD yang digunakan.
Tim media mengajukan sejumlah pertanyaan kritis yang memerlukan jawaban resmi secara segera:
– Apakah benih yang disalurkan benar‑benar memiliki sertifikasi resmi dan apakah dapat ditunjukkan dokumennya selain barcode yang tidak dapat diakses?
– Apakah sudah ada konfirmasi tertulis dari Kementerian Pertanian RI bahwa sistem verifikasi terganggu akibat serangan siber yang dikaitkan judi online?
– Apakah Dinas Pertanian Kabupaten Toba telah melakukan pemeriksaan fisik dan sertifikasi mandiri terhadap benih sebelum disalurkan kepada petani?
– Mengapa penyaluran benih telah dilaksanakan padahal sistem verifikasi pusat dikatakan tidak dapat diakses? Apakah terdapat prosedur cadangan yang dilewati?
Anggaran APBD yang digunakan untuk pengadaan benih seharusnya menjadi fondasi ketahanan pangan jelang Natal dan Tahun Baru serta peningkatan kesejahteraan petani. Jika keaslian dan kualitas benih tidak dapat dibuktikan secara terbuka, dikhawatirkan program ini justru merugikan petani akibat kegagalan panen serta pemborosan uang rakyat.(JP).






















