TAPSEL-Zonadinamikanews.Aset negara di SMP Negeri 5 Angkola Timur, Sibio-bio Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, diduga DIgondol oleh kepala sekolah disaat sekolah sedang libur tepat pada hari Minggu 18 Oktober 2026.
Minggu 18 Oktober sebuah mobil masuk ke lingkungan SMP Negeri 5 Angkola Timur, Sibio-bio Angkola Timur dan mengangkut atap seng Bekas bongkaran gedung sekolah.
Tim Media melakukan investigasi dan konfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Angkola Timur mengakui bahwa aset negara tersebut dirinya yang membawa dengan alasan dari pada jadi sampah.
“Seng itu saya yang membawa ke rumah saya, dari pada bikin sampah di sekolah, mending saya bawa kan dek” jawab nya enteng.
Oknum kepsek yang tidak paham akan aset negara ini, beralibi dengan mengatakan “Lagian saya mau pensiun, makanya saya bawa, seng itu saya tawarkan kepada orang lain, tidak ada yang mau” ujarnya.
Tindakan perbuatan membawa aset negara tersebut dilakukan dengan menyalahgunakan wewenang oleh pejabat publik atau aparatur sipil negara, orang tersebut terindikasi kuat perbuatan melawan hukum atau korupsi
Karena tindakan menguasai aset negara untuk memperkaya diri sendiri secara melawan hukum melanggar undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi. Pelaku Tindak Pidana Penggelapan atau Pencurian
Jika aset negara tersebut dibawa atau dikuasai oleh orang yang dititipkan atau memiliki akses terhadap barang tersebut, maka pelaku Penggelapan Pasal 372 KUHP atau Pencurian tergantung cara ia mengambil barang tersebut.
Salah seorang tokoh masyarakat menilai, bahwa tindakan oknum kepsek yang membawa kabur aset negara merupakan tindakan kurang terpuji, seng bekas gedung sekolah itu dibeli pakai uang rakyat. Pakai APBN / APBD / DAK, tercatat dalam Buku Inventaris Barang Milik Daerah (BMD) Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sejak kapan aset negara bisa disebut “sampah” dan seenaknya dibawa ke rumah Kepsek? Dengan alasan mau pensiun, Apa hubungannya pensiun dengan membawa seng sekolah ke rumah? Kalau semua PNS yang mau pensiun boleh bawa pulang aset kantor, habis semua kantor di Tapsel ini.tegas tokoh masyarakat tersebut.(leo)























