SIDOARJO-Zonadinamikanews.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus diperkuat pemerintah pusat melalui program revitalisasi dan digitalisasi sekolah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, secara resmi meluncurkan program tersebut di Kabupaten Sidoarjo, Selasa (14/4/2026).
Salah satunya Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pekarungan Kecamatan Sukodono, dengan nilai bantuan Rp1.967.971.671, yang dilakasanakan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan
(P2SP), APBN 2026, dengan estimasi waktu 120 hari kalender, penggunaan belanja material berpotensi jadi ajang cari untung.
Kepala Sekolah, Siti Sangiddah, S.Pd., M.Pd di lokasi revitalisasi beralasan,” Bahwa bantuan Revitalisasi ini di fokuskan pergantian atap, dengan tenaga lokal, dengan pelaksana lokal, penggunaan besi banci itu tambahan (di luar perencanaan), juga penggunaan listrik sekolah ditanggung kegiatan ini, di ambil dari biaya anggaran revitalisasi.” Terang Siti Sangiddah.(29Sept)
Hal tersebut jadi sorotan Nur Hasan pemerhati lingkungan yang berlembaga antikorupsi menguraikan,” Penggunaan besi polos banci untuk sloof beton, apapun alasanya sangat tidak layak, dan tidak di sarankan, sebagai penunjang kualitas mutu pendidikan, dan tenaga kasar bukan warga lokal (non swakelola) karena bahasa yang mereka gunakan bukan bahasa lokal, di tambah jaminan keselematan pekerja tidak ada, sedang penggunaan listrik sangat bahaya karena penyambungan baja ringan di ambilkan listrik langsung pihak sekolah, padahal pembayaran listrik masuk dana BOS, bukan menggunakan diesel.” Ungkapnya.
Masih Nur,” Indikasi markup dengan merekayasa laporan berkala progres revitalisasi, demi keuntungan pribadi dan golongan sangat kuat, berpotensi merugikan keuangan negara, Kami menduga kuat Program pengawasan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, tidak bekerja sebagaimana mestinya.
(dr)























