SIDOARJO-Zonadinamikanews.Berlangsungnya pengurangan kualitas mutu kegiatan fisik yang berpotensi merugikan negara, didukung diamnya Mahmud Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air, beserta Purwanto Kepala Bidang jalan dan jembatan, padahal Bupati Subandi menekankan
mewanti-wanti kontraktor, PPK, dan konsultan pengawas wajib menjaga kualitas pekerjaan karena pembangunan yang dilaksanakan menggunakan uang rakyat.
Seperti kegiatan Peningkatan Jalan Depan SMPN 2 Tanggulangin (Ruas Ngaban – Kedungbanteng). yang di awasi jasa konsultan pengawas PT Mitra Cipta Engineering dengan biaya Rp588.707.275,65, dan di laksanakan CV Arsyila Jaya Kontruksi dengan biaya Rp3.308.242.149,22, satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Saluran dan Air, tahun anggaran 2026, kecurangannya berpotensi merugikan keuangan negara.
Hal ini di sampaikan, Nur Hasan Pemerhati lingkungan antikorupsi,” Pada pekerjaan Pasangan Uditch 40_60-120 + cover (G.10ton), tidak memperhitungkan elevasi, tidak ada lantai kerja, tidak ada pemadatan, tidak ada sambungan mortar antar uditch, pasangan cover gandar tidak layak, selain di ganjal, dan rusak (kelupas/cuil).” itu tahap Uditch ujarnya.
Mesih Nur,” Pasangan batu pondasi, 70% penggunaan batu bulat, bukan pecah, tidak ada lantai kerja, pasir bukan SNI (sirtu), pengadukan mortar manual (molen pajangan), sloof pembesian pada pasangan batu, menggunakan besi banci, kecurangan tersebut di kuatkan Jasa Konsultan pengawas, yang tidak ada di lokasi, membuat berita acara laporan progres mingguan/bulanan asli tapi palsu, ini sudah fatal, “wanti wanti Subandi di anggap kentut” oleh mereka.” Terangnya.
Dari beberapa temuan di lapangan, awak media ini konfirmasi ke Mahmud selaku Kepala Dinas PUBMSDA, dan Purwanto Kepala Bidang jalan dan jembatan, dengan melampirkan photo photo, beberapa waktu berlalu (25 Sept), belum juga memberi tanggapan, hingga berita ini di tayangka.
(dr)























