TOBA-Zonadinamikanews.Kepala Desa Hutanamora, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Ebenezer Panjaitan mengelak untuk di konfirmasi wartawan terkait alokasi dana desa yang diduga menyisahkan masalah dan menuding bahwa data yang di miliki wartawan salah.
“Data kalian itu salah, kami menggunakan dana desa sudah sesuai dengan APBDes, bila perlu kalian bisa cek fisik ke lapangan” jawab Ebenezer.
Kasi PMD kecamatan Silaen Sulastri Sinurat lagi-lagi mengaku bahwa alokasi dana desa sudah sesuai dengan APBDes.
“Ya untuk lebih jelas bisa temuin kepala desa, tapi saya sudah sesuai dengan APBDes”
Karena sebesar 60% belum di salurkan sesuai dengan peraturan PMK, tanpa merinci yang 60 % tersebut diperuntukkan untuk apa.
Saat di media ini meminta menanyakan LPJ desa Hutanamora, kasi PMD ini mengaku belum menerima LPJ dana Desa tersebut.
“Tinggal desa Hutanamora Yang belum menyerahkan LPJ dana desa pada kami, kami sudah meminta tapi belum di serahkan” jawabnya berkelit
Hasil penyesuaian data akan alokasi dana desa Hutanamora, kecamatan Silaen antara yang tertera pada APBDes yang di pasang di kantor desa dengan laporan penggunaan dana desa secara online terlihat ada data yang berbeda.
Perbedaan angka dan jenis kegiatan yang tercantum dalam baliho APBDes dengan laporan dana Desa ke secara online seperti pada kegiatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 5.026.200
Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 13.300.000, serta pembayaran insentif guru PAUD Rp.30.000.000, item kegiatan ini tidak tercatat dalam baliho APBDes Hutanamora namun di laporkan dalam LPJ.
Perbedaan atas LPJ dana pencatatan dalam baliho APBDes dan keterangan pihak desa dan kecamatan menunjukkan seakan ada sistem kolaborasi untuk memberikan keterangan yang berbeda beda.
Perbedaan pencatatan angka dan jenis kegiatan dalam baliho APBDes dengan LPJ, patut diduga bahwa indikasi praktek kongkalikong dalam penggunaan dana desa di Hutanamora semakin terbuka lebar.
Agaknya temuan atas dugaan penyalahgunaan uang negara ini, perlu menjadi perhatian pihak terkait seperti pihak inspektorat untuk melakukan pemeriksaan secara seksama tanpa ada permainan kotor untuk saling menutupi.

Berikut laporan penggunaan dana desa yang di laporkan oleh pihak desa Hutanamora, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, dan ada item yang berbeda antara yang tercatat dalam baliho APBDes dengan data laporan yang penggunaan dana desa (DD).
Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 5.026.200, Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 13.300.000, Penyusunan Dokumen Perencanaan Tata Ruang Desa Rp 9.593.000, Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Desa Rp 196.602.600, Pemeliharaan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 12.012.000.
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 9.000.000, Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 9.000.000, Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 6.000.000, Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 4.510.000.
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 5.198.000, Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 2.100.000, Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 1.445.000.
Pengembangan dan Pembinaan Sanggar Seni dan Belajar Rp 37.921.000, Penyuluhan dan Pelatihan Pendidikan bagi Masyarakat Rp 8.000.000, Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst) Rp 89.386.000.
Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 9.982.960, Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 2.500.000, Keadaan Mendesak Rp 43.200.000
Penanggulangan Bencana Rp 5.416.520, Pembangunan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana Rp 201.472.400.Penyertaan Modal Rp 115.200.000.(JP)












