AGAM-Zonadinamikanews.com,- Selain dugaan Mark up alokasi dana desa di Nagari Tahun 2024 di Nagari Durian Kapeh Darussalam, Kabupaten Agam, juga diduga keras ada kegiatan fiktif dalam pembangunan irigasi yang menelan biaya ratusan juta.
Salah satu kegiatan dana desa tersebut adalah Pembangunan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana Pembangunan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana Rp 290.856.48, namun dari hasil investigasi dilapangan, bahwa wujud dari kegiatan tersebut sulit di temukan fisiknya, sehingga terindikasi kuat bahwa kegiatan tersebut fiktif.
Sejumlah warga dan pemerhati kebijakan publik mempertanyakan kejelasan alokasi dana nagari. Sebab penggunaan dana nagari tidak sesuai dengan kebutuhan nagari.
Adanya papan informasi terpampang, diduga hanya upaya untuk mengelabui publik, namun bukti dan fisik dilapangan tidak ada.
Selain dugaan fiktif, juga dugaan Mark Up alokasi dana nagari Durian Kapeh Darussalam yang menjadi sorotan.
Di ketahui, pada tahun 2024, desa ini mendapat dana desa dengan pagu Rp. 1.123.424.000 di nagari Durian Kapeh Darussalam Agam, dalam penyerapan nya di lapangan diduga tidak terlepas permainan kotor oknum Nagari dengan dugaan adanya Mark up di sejumlah kegiatan seperti Penyuluhan dan Pelatihan Pendidikan bagi Masyarakat 20 orang peserta Rp 41.824.050, Penyuluhan dan Pelatihan Pendidikan bagi Masyarakat 70 orang Peserta Rp 11.461.750.
Dukungan pelaksanaan program Pembangunan/Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) GAKIN (pemetaan, validasi, dll) 5 unit Rp 69.384.990, Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (untuk Masyarakat, Tenaga Kesehatan, Kader Kesehatan, dll) Rp 5.915.300, Dukungan Pendidikan bagi Siswa Miskin/Berprestasi 60 orang Penerima Bea Siswa Rp 23.687.400.
Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan 1 kpm Rp 350.000, Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan (MCK) 1 paket Rp 33.644.100, Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan (FGD) 1 paket Rp 6.513.000, Dukungan Penyelenggaraan PAUD (APE, Sarana PAUD, dst) 1 PAKET Dukungan Penyelenggaraan PAUD non Milik Desa Rp 2.000.000.
Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa** (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst) 1 PAKET Operasional PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa Rp 4.500.000, Penyelenggaraan Informasi Publik Desa (Misal : Pembuatan Poster/Baliho Informasi penetapan/LPJ APBDes untuk Warga, dll) 1 UNIT Poster/Baliho/Lainnya atas ke masyarakat Informasi APBDes, LPJ, dan lainnya Rp 805.000, Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) 1 PAKET Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya Rp 9.440.000.
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) 7 UNIT Makanan Tambahan Rp 13.996.950, Pembangunan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana Pembangunan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana Rp 290.856.48.
Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Teknologi Tepat Guna untuk Pertanian/Peternakan 75 ORANG Jumlah Peserta Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Teknologi Tepat Guna untuk Pertanian/Peternakan Rp 10.378.000, Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat/Kebudayaan, dan Keagamaan (perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, dll) tingkat Desa 1 KALI Jumlah Rp 31.483.800, Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat/Kebudayaan, dan Keagamaan (perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, dll) tingkat Desa 1 KALI Rp 12.176.550.
Penyertaan Modal 200.000.000 Rupiah Penyertaan Modal BUMDes Rp 200.000.000,Keadaan Mendesak 66 KK Bantuan Langsung Tunai (BLT) – Dana Desa Rp 198.000.00O, Penyelenggaraan Musyawarah Desa lainnya (musdus, rembug warga, dll., yang bersifat non-reguler sesuai kebutuhan desa) 2 KALI Terselenggaranya Musyawarah Desa Non Reguler Rp 6.218.250
Warga mendesak agar dana nagari dikelola secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku agar tepat sasaran.
Dengan adanya temuan ini maka dilakukan konfirmasi melalui WhatsApp dengan Wali Nagari Durian Kapeh Darussalam terkait penggunaan dana nagari, mengatakan ” Terima kasih atas perhatian bapak, berkaitan realisasi anggaran sudah kami sampaikan melalui baliho informasi transparansi di nagari”jawabnya.
Saat dilakukan pengecekan kelapangan terkait pembangunan saluran irigasi tersier sebesar Rp. 290.856.481, ternyata tidak ada bukti terlaksanakannya kegiatan tersebut. Sudah jelas kegiatan ini fiktif.
(Sahur).












