TAPSEL – Zonadinamikanews.Dunia jurnalistik dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Tapanuli Selatan kembali tercoreng. Seorang oknum LSM yang mengatasnamakan LSM Lambar RI yang diduga melakukan tindakan yang sangat memalukan dan tidak beretika terhadap Ibu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Angkola Timur.
Peribahasa Pagar Makan Tanaman sangat pantas disematkan. Seharusnya LSM menjadi kontrol sosial yang mendidik, bukan malah menjadi momok yang meresahkan.
MODUS SILATURAHMI, UJUNGNYA MINTA UANG ROKOK dan sebaginya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun awak media, oknum LSM Lambar RI tersebut sangat sering meminta uang rokok kepada Ibu Kepsek SMP Negeri 1 Angkola Timur.
Seorang LSM Lambar RI yang sangat memalukan, berteman tapi tidak bertanggung jawab yang sangat sering meminta uang rokok, ungkap sumber.
KALIMAT ANCAMAN DI WA LIHAT LAH NANTI IBU Ketika Ibu Kepala Desa? / Ibu Kepsek SMPN 1 Angkola Timur dimintai keterangan oleh awak media dan diduga tidak memberikan uang rokok yang diminta, oknum tersebut membalas di WA dengan kalimat yang diduga bernada ancaman.
“Lihat lah nanti ibu”
Kalimat ini dirasakan sebagai kalimat yang sangat mengancam kepada Ibu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Angkola Timur.
DAMPAK PSIKIS – FISIK, PIKIRAN TIDAK TENANG, HARGA DIRI TERCEMAR Akibat perbuatan tersebut, yang diresahkan dan dirugikan tentu bukan hanya materi.
Apa saja yang diresahkan dan dirugikan ya tentu fisik, pikiran tidak tenang, harga diri anak sebagai orang tua apalagi melihat orang tuanya di verbal begini, mencemarkan nama baik, ujar keluarga dekat Ibu Kepsek.
Seorang Ibu Kepala Sekolah yang harusnya dihormati sebagai pendidik, malah di-verbal dan dipermalukan.MEDIA MG HARAHAP SUDAH JERA BERKAWAN
Bahkan salah satu media berinisial MG Harahap mengaku sudah jera berkawan dengan oknum LSM Lambar RI tersebut.
Sedangkan salah satu media MG Harahap sudah jera berkawan sama LSM Lambar RI, dapat tidak bisa dipercaya,
TANGGAPAN TEGAS DARI PERWASI TAPSEL
Menanggapi keterangan ini, Ketua PERWASI (Persatuan dan Pemerhati Wartawan Angkola Sipirok) Kabupaten Tapanuli Selatan, Akhiruddin Hasibuan, angkat bicara dengan tegas.
Tidak dibenarkan sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk meminta uang rokok dengan topeng seolah-olah silaturahmi tapi ujungnya duit.
Akhiruddin Hasibuan sangat menyayangkan tindakan tersebut.
MODUS PAHLAWAN KESIANGAN – MENCEGAT MEDIA SAAT SILATURAHMI
LSM Lambar RI bersama tim media mengajak untuk ke sekolah berjanji sepakat hari Rabu ke sekolah SMP Negeri 1 Angkola Timur, untuk silaturahmi dengan alasan LSM Lambar RI. Seolah mencegat media dalam silaturahmi dan LSM RI macam sebagai pahlawan kesiangan terhadap Kepala SMP Negeri 1 Angkola Timur.
Sangat disayangkanlah pahlawan kesiangan ini, pikiran yang tidak senonoh ini,
DESAKAN PERWASI & AWAK MEDIA
Kepada Ketua Umum LSM Lambar RI DPP Mohon bina dan evaluasi oknum anggota yang ada di Tapsel yang sering minta uang rokok dan mengancam Kepala Sekolah. Ini merusak nama baik LSM Lambar RI se-Indonesia.
Kepada Ibu Kepala Sekolah SMPN 1 Angkola Timur Jangan takut. Jika ada ancaman Lihat lah nanti Ibu, segera laporkan ke Dinas Pendidikan Tapsel dan ke Polres Tapsel. Simpan bukti WA nya.
Kepada Aparat Penegak Hukum Jika terbukti ada pemerasan dengan modus uang rokok dan ancaman, ini bisa masuk ke Pasal Pemerasan dan Pengancaman.
Peran LSM dan Media seharusnya bersinergi membangun pendidikan di Angkola Timur, bukan menjadi benalu yang memeras Kepala Sekolah.
Hingga berita pers ini diterbitkan, oknum LSM Lambar RI tersebut belum dapat dikonfirmasi. Awak media membuka hak jawab seluas-luasnya.(tim)























