TAPUT–Zonadinamikanwes.Pagi itu, udara Siatas Barita terasa lebih segar dari biasanya. Di Lapangan Menara Pandang, puluhan Aparatur Sipil Negara Taput berkumpul. Musik senam mulai menggema, dan di tengah barisan, Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan terlihat kompak menggerakkan badan bersama jajarannya.
Di sela aktivitas senam, tim medis Puskesmas Hutabaginda sudah bersiap. Meja pemeriksaan dan alat kesehatan digelar langsung di area lapangan. Nggak ada tenda khusus, semua berlangsung terbuka dan menyatu dengan suasana pagi itu.
Ini bukan kegiatan seremoni biasa. Puskesmas Hutabaginda sengaja turun langsung, membawa program Cek Kesehatan Gratis atau CKG ke tempat ASN berkumpul. Gula darah, kolesterol, asam urat, tekanan darah—semua diperiksa di tempat, gratis, tanpa perlu cuti ke puskesmas.
*Jemput Bola, Bukan Nunggu Pasien Datang*
Dipimpin langsung Kepala Puskesmas Hutabaginda dr. Mariesty Nelly Panggabean, tim medisnya kerja cepat dan tertib. Ada petugas pencatat, perawat yang mengambil sampel darah, sampai dokter yang siap memberi edukasi singkat setelah hasil keluar.
“ASN itu garda depan pelayanan publik. Kalau badannya nggak sehat, gimana mau layani masyarakat dengan maksimal?” ujar dr. Mariesty sambil memantau proses pemeriksaan.
Menurutnya, banyak pegawai yang sibuk kerja dan lupa cek kondisi tubuh sendiri. Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes sering datang diam-diam. Makanya, Puskesmas Hutabaginda memilih model jemput bola.
Di sisi lain lapangan, obat-obatan dan alat kesehatan juga disiapkan. Kalau ada hasil yang di luar batas normal, peserta langsung dapat arahan dan rujukan. Nggak ada istilah “pulang bingung”.
*Antusiasme yang Terasa di Lapangan*
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK Taput Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat dan Ny. Lisa Deni Lumbantoruan. Kehadiran mereka membuat suasana makin hangat. Habis senam, para pejabat dan ASN langsung bergabung ke meja pemeriksaan.
Dari pantauan di lokasi, meja pemeriksaan terus ramai. Beberapa ASN mengaku baru kali ini tahu kondisi kolesterol dan gula darahnya.
“Biasanya kita sibuk urus kerjaan, lupa urus badan sendiri. Hari ini baru sadar, ternyata tensi saya udah tinggi,” kata salah satu peserta yang baru selesai diperiksa.
Bagi mereka, layanan ini praktis dan menyelamatkan waktu. Nggak perlu ambil cuti, nggak perlu antre lama di puskesmas. Cukup datang, cek, dengar saran dokter, selesai.
*Germas yang Beneran Jalan*
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas sering terdengar sebagai slogan. Tapi di Menara Pandang hari itu, Germas benar-benar diwujudkan. Puskesmas jemput bola, pemerintah daerah hadir mendukung, dan ASN mendapat akses langsung.
“Ke depan, Puskesmas Hutabaginda akan terus aktif mendukung setiap program kesehatan pemerintah. Kami ingin Taput jadi daerah yang lebih sehat dan produktif,” tegas dr. Mariesty.
Ia berharap kegiatan seperti ini bisa rutin digelar. Tidak hanya untuk ASN, tapi juga merambah ke masyarakat umum di wilayah kerja Puskesmas Hutabaginda.
Ketika acara selesai, lapangan Menara Pandang perlahan sepi. Para ASN pulang membawa dua hal: keringat dari senam pagi, dan hasil cek kesehatan yang bisa jadi pengingat untuk hidup lebih sehat.
Di atas bukit itu, pesan sederhana tersampaikan: sehat itu dimulai dari tahu kondisi diri sendiri. Dan Puskesmas Hutabaginda memastikan ASN Taput tidak perlu menunggu sakit untuk mengetahuinya.
(HENDRA CHRISTIAN SIREGAR)












